Idelalis.co.id, Lahat – Memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang cukup, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Paduraksa, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, hari ini, Selasa (26.08.2025) Pemerintah desa Paduraksa melibatkan unsur Tripika Kecamatan Kikim Timur melepaskan bibit ikan.
Pelepasan bibit ikan yang dilaksanakan di Kolam kelompok Desa Paduraksa, dimaksudkan selain untuk ketersediaan pangan ikan, juga sebagai langkah langsung Pemdes Paduraksa dalam mendukung program pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga ketahanan pangan.
Herman Effendi, SE selaku Kepala Kordinator Ketahan Pangan Desa Paduraksa menjelaskan ketahanan pangan sangat penting karena merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Selain itu, ketahanan pangan yang kuat juga berkontribusi pada stabilitas sosial, mengurangi potensi konflik, dan memperkuat loyalitas masyarakat terhadap negara.
“Kegiatan hari ini kami bersama Pemdes Paduraksa bersama unsur Tripika Kecamatan Kikim Timur ada perwakilan Pak Kapolsek, Pak Danramil dan Pak camat melepas bibit ikan di kolam kelompok masyarakat, tujuannya adalah untuk tetap menjaga adanya ketersedian pangan ikan khususnya di Desa Paduraksa Kecamatan Kikim Timur,”sampai Herman.
Lanjut Herman, untuk bibit ikan yang dilepas jenis ikan air tawar dan jumlahnya puluhan ribu bibit ikan segar berbagai jenis yang didapat dengan cara membeli dengan menggunakan dana alias biaya ketahanan pangan dari pemerintah daerah yang ia jemput bekerjasama dengan pemerintah desa.
“Ada lebih kurang 40.000 bibit ikan yang kita lepas bersama di penangkaran kolam milik warga masyarakat Paduraksa, jenisnya Lele, Gurame dan Patin. Kami berharap hal ini bisa berguna dan bermanfaat untuk warga kedepannya dalam pemenuhan pangan di rumah rumah warga,”ujar Herman.

Adapun lokasi kolam, Pemdes Paduraksa bekerjasama dengan masyarakat untuk menghidupkan kembali kolam-kolam ikan masyarakat yang sudah tidak produktif. Bersama masyarakat membuat kerambah yang ada kedepannya bisa kembali bisa produktif.
“Bekerjasama adalah kuncinya, masyarakat Alhamdulillah sangat mendukung. Sementara ini kita cuma ada satu kelompok yang terdiri dari empat pemilik keramba, mudah-mudahan hal ini berhasil, bila berhasil kedepan kita bakal bikin keramba dalam sekala besar dengan luasan keramba terpusat di satu titip mencapai satu hektar. Kami optimis ini bakal berhasil,”harap Herman.
Lebih jauh Herman mengajak pemerintah desa hendaknya lebih jeli dan melek informasi, biaya ketahanan pangan untuk dikelolah masyarakat melalui koperasi koperasi yang ada itu ada dari pemerintah pusat yang turun ke daerah.
“Tranfaransi antara pemerintah juga dengan masyarakat sangat penting, karena program ketahanan pangan adalah program pemerintah pusat dan itu ada biayanya yang bisa kita jemput bola. Dananya ada di DPMDes Kabupaten, dana ini ada dan bisa digunakan untuk peruntukannya ke wilayah dan masyarakat langsung, ajak Kepala desa,”pungkas Herman.