Idealis.co.id, Lahat – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lahat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Mitra Pemerintahan Tahun 2025 dengan tema “Sinergitas Kelembagaan dalam Upaya Mencegah dan Memberantas Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Lahat”. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Santika Lahat, Senin (01/12/2025).
Kepala Kejaksaan Negeri Lahat, Toto Roedianto, S.Sos., S.H., M.H., dalam paparannya menyampaikan bahwa Kejari Lahat telah mengajukan pembentukan Balai Rehabilitasi Narkotika Adhyaksa di Kabupaten Lahat. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dianggarkan melalui APBD dan dapat beroperasi pada tahun 2026.

Foto : Kajari Lahat Sampaikan Sambutan”
“Beberapa kasus penyalahgunaan narkoba sebelumnya sudah kami tangani melalui mekanisme Restorative Justice dan para penyalahguna telah kami rehabilitasi di RS Ernaldi Bahar Palembang. Pembiayaannya memanfaatkan BPJS,” ujar Kajari.
Toto juga menyoroti maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Ia menegaskan bahwa peredarannya justru meningkat pada 2025, terutama di lokasi hiburan seperti Ceria Karaoke.
“Terkait sanksi pembubaran, pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan Bidang Datun Kejari Lahat untuk membubarkan perusahaan yang terbukti mengganggu kepentingan umum. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., dalam sambutannya menyatakan bahwa kondisi saat ini menunjukkan Lahat berada dalam status darurat narkoba. Ia mengapresiasi kehadiran BNN yang turut melakukan langkah strategis dalam pemberantasan narkotika.
“Delapan puluh persen warga binaan di Lapas Kelas II A lahat semua masalah narkoba, ini jelas bahwa Lahat darurat narkoba. Kabupaten Lahat membutuhkan Lapas Anti Narkoba, sehingga tidak lagi menumpuk di Lapas Lahat. Sebagai salah satu kabupaten tertua, Lahat sudah seharusnya memiliki lapas rehabilitasi sendiri,” jelasnya.
Wabup menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi seperti FGD ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus ditindaklanjuti dengan penguatan edukasi terutama kepada kaum muda di sekolah-sekolah.
FGD ini dihadiri Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan, Dandim 0405/Lahat, Kapolres Lahat, Kajari Lahat, Ketua PN Lahat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, OPD, Forum Kades Kabupaten Lahat, serta seluruh camat se-Kabupaten Lahat.








