Idealis.co.id, Lahat – Masih dalam proses pembangunan, Gedung Daycare Lansia dan Shelter Diffabel Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kecamatan Lahat, terpaksa diberhentikan pihak pemenang tender CV Nam Jaya Kontruksi.
Pekerja tukang juga kernet harian terpaksa hari ini berhenti mengerjakan pembangunan, setelah diperintahkan suami dari Pimpinan Daerah Aisyah Muhamadiyah Dr. Laela Kholik yang mendatangi lokasi pengerjaan proyek hampir menyentuh Rp 2 miliar itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Diduga kuat, penghentian pekerjaan tersebut disinyalir karena belum mengantongi izin mendirikan bangunan di atas lahan milik Kementrian Agama Republik Indonesia.
Selain itu, gedung yang masih dalam proses pembangunan, tepatnya disamping Gedung Dakwah Muhammadiyah Lahat Kelurahan Kota Baru, juga belum memiliki persetujuan bangun gedung ataupun berkoordinasi dengan pihak MAN 1 Lahat selaku instansi yang berlokasi dan bertanggung jawab atas pemanfaatan area sekitar tanah.
Seorang informan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa semua aktivitas pembangunan dipaksa untuk berhenti. Sekitar pukul 09.00 WIB, semua pekerja juga dikumpulkan serta dibebastugaskan. “Tadi pagi mereka (pekerja) dikumpulkan mungkin oleh pemilik proyek atau kontraktor pelaksana tapi kami tau kalau bapak itu suami Dokter Laela. Lalu setelah itu pekerja langsung bubar,” katanya, Kamis (28/8/2025).
Informasi terangkum, dalam waktu dekat pihak Kantor Pelayanaan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Lahat bersama Kepala MAN 1 Lahat dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lahat akan melaksanakan rapat dengan agenda Rencana Penggunaan BMN berupa Tanah pada MAN 1 Lahat.
Rapat tersebut sehubungan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 207/PMK.06/2021 tentang Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara dan dalam rangka menindaklanjuti
hasil pengawasan dan pengendalian (Wasdal) BMN pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Lahat.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lahat Mirza Azhari ST MT belum dapat memberikan tanggapan terkait penghentian proyek pembangunan tersebut pasalnya, saat dikonfirmasi ia sedang melaksanakan dinas luar.
“Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf saya lagi Dinas Luar (DL) Konfirmasi dengan PPK nya ya pak.Pak Widi Apriansyah makasih,”jawabnya singkat.
Sementara itu, PD Aisyah Muhamadiyah Lahat Dr. Laela saat dihubungi wartawan tidak memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApps maupun via panggilan telpon.