Ribuan Warga Di Lahat Belum Miliki Jamban Perlunya Kembali Peran Serta Dan Kepedulian Semua Pihak

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Agustia

Foto : Agustia

 

Idealis.co.id, Lahat – Jamban (tempat buang air kecil dan besar) masih belum dimiliki ribuan Kepala Keluarga (KK) warga masyarakat Bumi Seganti Setungguan Kabupaten Lahat. Tercatat, melalui data yang dimiliki Dinkes Kabupaten Lahat bidang Kesmas (Kesehatan masyarakat) hasil data dari Update data 35 Puskesmas tersebar di Kabupaten Lahat tahun 2025 ada 7.047 KK belum mampu memiliki Jamban layak.

 

Dikatakan Kepala Dinkes Kabupaten Lahat Taufiq M Putra SKM MM melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Agustia Ningsih SKM MM, pada tahun 2018 di Kabupaten Lahat persentasenya hanya 18 persen dari 150 ribu KK masyarakat masih buang air besar sembarangan.

 

Angka tersebut berkurang, hingga memasuki tahun 2025 cukup drastis warga yang memiliki Jamban persentasenya meningkat hingga diatas 80 persen. Kesadaran masyarakat ini tentunya berkat dukungan semua pihak baik dari pemerintah maupun unsur terkait juga peran aktif TNI AD pada waktu lalu dengan adanya program Jambanisasi.

 

Pada pemberitaan sebelumnya, di tahun 2018 lalu program Kegiatan Jambanisasi Kodim 0405 Lahat bersama Dinas Kesehatan setempat membangun sebanyak ribuan jamban keluarga untuk warga di kabupaten Lahat supaya lingkungan menjadi sehat. Kegiatan tersebut disambut antusias dan positif warga.

Baca Juga :  FGD Forkopimda Lahat Bahas Sinergitas Lembaga dalam Pemberantasan Narkoba, Wabup : Lahat Darurat Narkoba

 

“Namun, masih ada Kepala Keluarga (KK) belum memiliki jamban di Kabupaten Lahat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat hingga tahun 2025, sekitar 7.047 di Kabupaten Lahat, belum mampu menyediakan sarana jamban yang layak,”sampai Agustia. Kamis, (14.08.2025).

 

Agustia mengajak kepada semua pihak agar perduli, pentingnya menjaga kesehatan salah satunya adalah mengajak masyarakat untuk sadar Jamban supaya tidak lagi ada kedepannya warga yang masih buang air besar sembarangan.

 

“Saat itu kami bergotong royong untuk pembuatan jamban gratis kepada masyarakat, mulai dari bantuan pemerintah, dana CSR perusahaan, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dan dari anggota dewan Ibu Sri Meliyana. Bahkan Kodim 0405 Lahat memang buat sendiri klosetnya untuk dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki jamban. Ada juga bantuan berupa semen, pasir dan lainnya,” jelasnya, Kamis (14/8/2025).

 

Agustia mengungkapkan, peran serta Kepala desa adalah hal yang sangat penting agar di desa desa tidak lagi ditemukan adanya kasus warga yang belum memiliki jamban yang layak. Lanjut perempuan yang biasa dipanggil Tia ini, bagi warga yang belum memiliki jamban, bisa dengan cara mengadakan arisan jamban.

Baca Juga :  MELALUI BID FAUZAN BERHARAP KADES DI LAHAT BISA KEMBANGKAN POTENSI DESA

 

“Disisi lain pemenuhan jamban yang layak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, harus dilakukan secara keroyokan bersama lintas sektor terutama oleh pemerintah desa setempat dengan menggunakan dana desa, lagi lagi ini pentingnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Ada juga contoh kendala lain, ada di salah satu wilayah di Lahat kota ini yang warganya belum memiliki jamban, karena tinggal di wilayah padat penduduk yang tidak memiliki cukup lahan untuk membangun septic tank pribadi. Sehingga saat mereka buang air besar, kotoran langsung ke got ataupun siring,” ungkap Tia.

 

Disampaikan Tia, guna menyadarkan masyarakat pentingnya Jamban serta menjadikan warga Kabupaten Lahat bisa memiliki jamban layak, selain bekerja sama menggandeng pihak lain. Puskesmas sebagai ujung tombak di bawah terus melakukan sosialisasi dan edukasi perihal pentingnya ketersediaan jamban di masing-masing rumah.

“Harapannya agar masyarakat yang belum memiliki jamban, tergerak menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan bebas dari penyakit, yang disebabkan oleh perilaku buang air besar sembarangan. Selain untuk kesehatan, kami juga edukasi dengan pemahaman keagamaan, akan pentingnya menjaga kebersihan,” sampainya.

Berita Terkait

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”
El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan
M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya
Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar
Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar
Bupati Lahat Pastikan Proyek Puskesmas Pagar Gunung Sudah Diaudit BPK, Temuan Rp21 Juta Telah Dikembalikan
Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”

Kamis, 3 September 2026 - 15:18 WIB

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:26 WIB

M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Berita Terbaru