BEGAREH ADAT BESEMAH YANG MULAI DILUPAKAN

- Jurnalis

Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagaralam, Detiksriwijaya – Semakin majunya zaman mau tidak mau masyarakat seperti berangsur angsur meninggal tradisi adat lama satu persatu. Begareh  salah satu tradisi adat di Kota Besemah Pagaralam contohnya, tradisi ini mulai tidak dipakai di beberapa daerah di Kota yang memiliki Ikon Gunung Dempo ini.

Begareh juga bisa dikatakan sebagai berkumpulnya muda-mudi untuk membantu pekerjaan dalam upacara perkawinan.Dahulu Rejung dijadikan sebagai media mencari pasangan. Tradisi begareh memiliki keunikan, yaitu kebebasan mengungkapkan perasaan melalui pantun untuk merayu pasangan.

Rejung dahulunya menjadi media komunkasi dan interaksi antara pemuda dan pemudi dalam mencari pasangan dalam tradisi perkawinan masyarakat Besemah di Pagar Alam.

Disaat semua orang mulai perlahan meninggalkan tradisi Begareh atau malam bujang gadis ini, Dusun Pengarengan, Kelurahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Tengah Pagaralam masih melestarikan adat budaya masyrakat Besemah ini.

Ruslan (20) pemuda desa setempat bangga masih bisa menjalankan tradisi adat yakni Begareh yang sudah diwariskan turun menurun ini.

“Alhamdulillah, disaat semua sudah meninggalkan tradisi nenek kite dulu,  begareh d idusun kami ni masih ade, tiap sedekah pasti ade begareh ni yang la diwariskah nga kami sandi jeme tue dulu. Sebagai generasi penerus keturunan besemah bangga masih biso menjage adat ini dan tetap melestarikan,” ungkap Ruslan.

Baca Juga :  PANEN RAYA BERSAMA GUBERNUR, KAPOLDA, KASDAM DAN PLT BUPATI MUARA ENIM DI DESA ARISAN MUSI TIMUR

Lanjut Ruslan, Di era zaman sekarang ini yang serba instan banyak daerah di pagaralam sekarang setiap sedekah tidak ada lagi adat “begareh” padahal menurutnya  banyak manfaat untuk para pemuda pemudi Pagaralam.

“Lebih baik bekumpul di tempat yang rami macam ini, contohnya bisa bersilahturahmi,bergotong royong membantu yang berhajatan,dan untung untung bisa mendapatkan jodoh. Ya setidaknya melalui adat ini pula kita turut menghindari pergaulan yang tidak sehat maupun pergaulan yang menyimpang,” Ujar Ruslan.

Anom (60) salah satu tokoh di desa itu menjelaskan “Begareh” berarti datang menemui seseorang wanita; dari kata be yang berarti ada dan kata gareh yang berarti temu sehingga dapat diartikan bertemu

Adat begareh tidak hanya ada dalam malam bujang gadis pada perkawinan. Begareh juga bisa disebutkan pada saat seorang laki-laki mendatangi seorang wanita, tetapi istilah begareh yang lebih terkenal pada suku Besemah yaitu saat malam bujang gadis pada pesta perkawinan

“Fungsinya adalah membantu pihak keluarga yang sedang mengadakan resepsi perkawinan dalam hal menghias dan memperindah dekorasi untuk kepentingan perkawinan tersebut,”jelas Anom.

Baca Juga :  TMMD Ke 103 Resmi Ditutup Pangdam II Sriwijaya

Anom menjelaskan lebih lanjut, bahwa proses tersebut merupakan proses sosial yang terjadi pada masyarakat Besemah. Hal tersebut tidak mungkin dapat dihilangkan, karena tidak ada dampak negatif pada adat tersebut. Adat istiadat Besemah memiliki batasan yang berkaitan dengan berbagai
aspek seperti norma agama dan norma adat.

“Alhamdulillah Di Kelurahan Padang Temu Kecamatan Dempo Tengah kebiasaan (adat,red) ini masih ada, kalau di tempat lain sudah jarang sekali, saya berharap agar tradisi ini tetap dijalankan karena saat ini saya sedih melihat para pemuda pemudi yang kesehariannya hanya didepan Hand Phone (Gadget,red), hendaknya sebagai muda mudi Besemah tetap melestarikan adat ini,” tukas Anom.

Untuk menjaga tradisi Begareh agar tetap hidup sebagai tradisi adat Besemah, peran serta orang tua tentunya sangat diperlukan dalam hal menjelaskan tradisi dimaksud.

“Sebagai orang tua tentunya kita mempunyai tanggung jawab yang besar, bisa dibayangkan bila anak anak semuanya tergantung pada media sosial dan melupakan adat istiadat kebiasaan, pergaulan bebaslah yang bakal dilakukan pemuda pemudi. Kalau bukan kita, siapa lagi, sebagai orang tua kewajiban kita untuk mendidik anak yang berakhlak mulia dengan selalu menjunjung adat istiadat Besemah,”pungkasnya. DS02.

Berita Terkait

Mantan Kadis BPMDES DK Dan Kabid ADM FJ Telah Diperiksa, Kajari Kebut Penetapan Tersangka Kegiatan Fiktif Peta Desa Lahat
Jagabaya Kejaksaan Negeri Lahat Kenalkan Megalitikum Sebagai Identitas Bangsa Pada Generasi Penerus 
Kegiatan Fiktif Pembuatan Peta Desa, Kejari Lahat Periksa 290 Orang Saksi Termasuk 24 Camat Beserta Kasi Ekobang
Permohonan Kasasi Wardi Kandas, Herman Hamzah,SH.,MH : Selaku Kepala Desa Lesung Batu Yang Baik Wajib Patuhi Putusan
PT. KUBN Tutup Akhir Tahun 2024 Tebar Kebaikan Dan Manfaat Untuk Masyarakat 
Oknum Kades Tanjung Tebat Lahat Ditangkap Polisi Nyabu Bareng Di Kediaman Perempuan Padang
Diduga Gunakan Narkoba Oknum Kades Tanjung Tebat Lahat Diciduk Polisi
Sapa Warga Pagun, Janji Bupati Ayam Program Pro Rakyat Bakal Hadir Kembali

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 10:33 WIB

Mantan Kadis BPMDES DK Dan Kabid ADM FJ Telah Diperiksa, Kajari Kebut Penetapan Tersangka Kegiatan Fiktif Peta Desa Lahat

Rabu, 26 Februari 2025 - 16:51 WIB

Jagabaya Kejaksaan Negeri Lahat Kenalkan Megalitikum Sebagai Identitas Bangsa Pada Generasi Penerus 

Rabu, 19 Februari 2025 - 19:41 WIB

Kegiatan Fiktif Pembuatan Peta Desa, Kejari Lahat Periksa 290 Orang Saksi Termasuk 24 Camat Beserta Kasi Ekobang

Senin, 30 Desember 2024 - 20:15 WIB

Permohonan Kasasi Wardi Kandas, Herman Hamzah,SH.,MH : Selaku Kepala Desa Lesung Batu Yang Baik Wajib Patuhi Putusan

Minggu, 29 Desember 2024 - 15:08 WIB

PT. KUBN Tutup Akhir Tahun 2024 Tebar Kebaikan Dan Manfaat Untuk Masyarakat 

Rabu, 11 Desember 2024 - 14:53 WIB

Oknum Kades Tanjung Tebat Lahat Ditangkap Polisi Nyabu Bareng Di Kediaman Perempuan Padang

Selasa, 10 Desember 2024 - 19:37 WIB

Diduga Gunakan Narkoba Oknum Kades Tanjung Tebat Lahat Diciduk Polisi

Minggu, 22 September 2024 - 10:46 WIB

Sapa Warga Pagun, Janji Bupati Ayam Program Pro Rakyat Bakal Hadir Kembali

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Setubuhi Anak Kandung, IR Dituntut 19 Tahun Dan Denda 1 Miliar Rupiah

Selasa, 25 Mar 2025 - 12:49 WIB

Agama

SD Negeri 10 Lahat Semakin Gencar Perkuat Imtaq dan Infaq

Selasa, 11 Mar 2025 - 14:35 WIB