Lahat, Detiksriwijaya – Warga Desa Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat kembali menelan kecewa. Pasalnya, permasalahan tumpahan batu bara beberapa waktu lalu yang sempat dituntut agar ada perhatian dan tanggung jawab perusahaan kembali terabaikan.
Kesepakatan untuk mediasi perihal kejadian tersebut, yang dijadwal dalam pertemuan rapat mediasi pada tanggal, (27. Maret 2023) di kantor Camat Merapi Barat tidak membuahkan hasil disebabkan dari undangan 11 perusahaan tercatat hadir cuma ada 4 perusahaan yang tanggap dan respon terkait permasalahan yang terjadi.
Tumpahan baru bara, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja sudah lama terjadi dan menjadi polemik berkepanjangan di wilayah Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.
Penyetopan spontan kendaraan angkut oleh warga sudah sering terjadi, namun lagi-lagi warga cuma diberi angin segar serta janji-janji yang tak kunjung terealisasi.
Dampak dari aksi spontan tersebut, menimbulkan hal yang negatif dan tentunya merugikan, salah satunya macet panjang yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera setiap kali ada aksi yang dilakukan warga.
Tak hanya itu, situasi ini pula tentunya menimbulkan potensi sosial yang negatif serta rawannya tingkat kecelakaan lalu lintas. Bahkan akibat tumpahan baterial batu-bara meninggalkan limbah yang tentunya mengganggu dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Dalam hal ini, Polsek Merapi Barat juga Koramil Merapi Kodim 0405/Lahat selalu dibikin repot untuk sesegera mungkin meredam gejolak yang terjadi dan tentunya menambah pekerjaan tersendiri.
Kapolsek Merapi Barat AKP Herman Akiri SH menghimbau, agar kiranya permasalahan yang terjadi dibawa dengan kepala dingin dan jangan sampai menjadi peluang pihak ketiga yang punya kepentingan dengan menunggangi permasalahan yang terjadi.
“Kalau memang ada tumpahan batu-bara jangan ada penyetopan di jalan, hal tersebut mengganggu pengguna jalan. Kordinasi dengan aparat kita temui perusahaan. Nanti kita tau siapa yang harus bertanggung jawab terkait situasi tersebut,”sampainya.
Dibenarkan Herman, bahwa rapat mediasi yang terjadwal pada hari ini memang ditunda, karena tidak seluruh perusahaan yang diundang hadir.
“Rapat hari ini harus tertunda, karena yang hadir dari 11 perusahan dalam undangan cuma ada empat perusahaan yang sempat hadir hari ini. Jadi belum ada kesepakatan bersama antara masyarakat dengan perusahaan,”katanya.
Lebih jauh dikatakan Kapolsek, untuk kepastian rapat lanjutan, pihaknya bakal berkordinasi dulu dengan Forkopimca untuk menentukan dan memastikan rapat bersama masyarakat, unsur Tripika dan perusahaan.
“Belum jadwal rapat lanjutan, untuk memastikan agar semuanya nyaman, kami bakal melakukan rapat bersama unsur tripika terlebih dahulu dalam waktu secepatnya. Saya berharap masyarakat sabar dan jangan terprovokasi,”harapnya.
Kemudian, dikatakan Herman, dalam menghadapi situasi ini diharapkan perusahaan agar dapat respon terkait permasalahan yang sedang terjadi agar tidak terjadi hal-hal yang negatif.
“Semoga pihak perusahan juga aktif dan tanggap terkait situasi yang terjadi, jangan sampai situasi dibuat mengambang dan berkepanjangan terjadi,”tegasnya.