Idealis.co.id, Lahat – Sidang gugurnya Briptu (Anumerta) Faras Nabhan Atallah salah satu anggota Satresnarkoba Polres Lahat pada saat proses penggerebekan dan penangkapan Bandar Narkotika Tanjung Sakti Ebi kembali digelar hari ini, Kamis (28.08.2025) dalam agenda sidang tuntutan.
Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Lahat, bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kajari Lahat Toto Roedianto S.Sos., S.H., M.H., didampingi Kasi Pidum Kejari Lahat Priyudha Adhi Mukhtar S.H serta Kepala Subseksi Penuntutan M. Haikal Hafidh, S.H.
JPU Dalam pembacaan tuntutan terhadap terdakwa berinisial E yang melanggar ketentuan Pertama Pasal 340 KUHPidana, Kedua Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana, dan Ketiga Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana dakwaan Kombinasi Penuntut Umum.
Dalam sidang tersebut Penuntut Umum menuntut terdakwa E yang telah melakukan penusukan terhadap 3 (tiga) orang aparat kepolisian menggunakan senjata tajam jenis sangkur saat terdakwa hendak ditangkap, dengan hukuman mati.
Penuntut Umum berpendapat terdakwa E layak dituntut hukuman mati dengan mempertimbangkan perbuatan yang dilakukan terdakwa menyebabkan Briptu (Anumerta) Faras Nabhan Atallah (anggota Satresnarkoba Polres Lahat) meninggal dunia dan 2 (dua) orang anggota polisi lainnya Bripka Kuntho Wibisono dan Brigpol Didit Prasetya mengalami luka berat dan dirawat selama 1 (satu) minggu dirumah sakit serta tidak dapat menjalankan tugas sebagai anggota Polri selama 1 (satu) bulan.
Dalam persidangan ditemukan fakta bahwa pembunuhan yang dilakukan terdakwa sudah dipersiapkan terlebih dahulu dan terdakwa dinilai memberikan keterangan berbelit-belit serta tidak ada penyesalan dalam dirinya.
Selain itu perbuatan terdakwa yang merupakan bandar narkoba tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika jenis ganja.
“Terdakwa E ini kita tuntut dengan hukuman mati,”sampai Kajari Lahat dalam keterangan resminya.