Lahat, Idealis.co.id — Pembangunan overpass atau jalan layang di Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, menjadi langkah baru dalam penataan jalur angkutan batu bara. Namun, di balik pembangunan infrastruktur tersebut, harapan masyarakat terhadap kelancaran lalu lintas dan keselamatan perjalanan sehari-hari juga menjadi perhatian.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut pada Rabu (21/10/2026). Pembangunan dilaksanakan oleh PT Sinar Sekawan Abadi (SSA), perusahaan pengangkutan batu bara milik PT Bukit Bara Alam.
Overpass ini direncanakan memiliki panjang sekitar 190 meter dengan target penyelesaian satu tahun. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung jalur pengangkutan batu bara sepanjang kurang lebih empat kilometer.
Direktur Utama PT SSA, Putu Sastrawan, mengatakan pembangunan ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengangkutan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan pengangkutan batu bara sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Putu.
Sementara itu, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan overpass menggunakan dana non-APBD dan non-APBN sebagai bentuk partisipasi investor dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
“Pembangunan overpass ini menggunakan dana non-APBD dan non-APBN. Ini merupakan bentuk partisipasi investor dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah tempat mereka menjalankan kegiatan usaha,” tegas Herman Deru.
Meski demikian, manfaat pembangunan ini nantinya perlu dilihat secara nyata dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Kelancaran angkutan batu bara diharapkan berjalan seiring dengan meningkatnya keselamatan pengguna jalan serta berkurangnya potensi gangguan lalu lintas di kawasan Merapi Timur.
Pembangunan infrastruktur di wilayah operasional pertambangan tidak semestinya hanya diukur dari rampungnya konstruksi dan efisiensi distribusi perusahaan.
Kenyamanan warga, akses perjalanan sehari-hari, serta keselamatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari manfaat yang diharapkan.
Dengan target penyelesaian satu tahun, publik kini menanti realisasi proyek tersebut. Harapannya, overpass Banjarsari benar-benar menjadi solusi yang mempertemukan kepentingan kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar infrastruktur pendukung angkutan batu bara. (VIA).
Penulis : Via Arzani









