Bermula Disuruh Buat Kopi Bujangan Ini Tewas Tergantung

- Jurnalis

Kamis, 11 Oktober 2018 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LAHAT, Detiksriwijaya – Sempat mengeluhkan sakit perutnya AP (21) seorang bujangan tewas mengenaskan bunuh diri menggunakan seutas tali horden. Korban tercatat sebagai warga Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Kota Agung, Lahat.

Informasi menyebutkan, sebelum pemuda ini memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan seutas tali horden sempat berkeluh kesah pada Mha (65) yang tak lain adalah kakeknya. AP mengeluh sakit ke kakeknya perihal sakit dibagian perut.

Baca Juga :  Panah Ranjang Allya Novellya Bakal Manjakan Pembaca

Diceritakan kakek korban, bahwa korban sempat mengeluh sakit di bagian perut. Lalu sekitar pukul 15.00 WIB, saat Mh sedang menebang pohon  di halaman rumah, masih sempat menyuruh korban untuk dibuatkan kopi. Hingga sore, kopi yang ditunggu tak kunjung diantarkan.

Sekira pukul 18.10 WIB Mha menuju rumah karena pekerjaan telah selesai, betapa terkejutnya kakek korban saat masuk ke dalam rumah, ternyata korban sudah dalam keadaan tergantung.

Baca Juga :  GRPK DEMO ANGGOTA DEWAN DAN PEMKAB LAHAT

Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK melalui Kapolsek Kota Agung AKP Freddy Rajagukguk, mengungkapkan hasil olah TKP tidak ditemukan tanda kekerasan. Sementara pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

“Masih kita dalami motifnya. Namun sebelumnya ibu korban juga tewas bunuh diri. Dan ayahnya sakit stroke tapi tinggal di desa lain,” tukasnya.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terbaru