Lahat, Idealis.co.id– Siang itu, embusan angin menyapu permukaan Tebat Mbahangan di Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai. Air yang tenang memantulkan hijaunya pepohonan di sekelilingnya, menghadirkan panorama alami yang selama ini hanya dinikmati warga sekitar. Di tempat inilah Bupati Lahat Bursah Zarnubi melihat sebuah peluang besar: menjadikan Tebat Mbahangan sebagai ikon agrowisata baru Kabupaten Lahat.
Bukan sekadar mempercantik kawasan, pemerintah daerah menyiapkan konsep wisata yang menyatu dengan sektor perikanan, perkebunan, hingga kuliner. Wisatawan nantinya tidak hanya datang menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan pengalaman memancing, melihat kolam ikan hias, menikmati hasil perkebunan buah, hingga bersantai di kawasan yang memanfaatkan energi ramah lingkungan.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Lahat menyiapkan penebaran sekitar 500 ribu benih ikan di kawasan Tebat Mbahangan.
“Nanti 500 ribu benih ikan akan kita tebar di sini, beserta ikan hias untuk kolam di sepanjang aliran samping tebat,” ujar Bursah Zarnubi saat meninjau lokasi, Selasa (4/8/2026).
Tak hanya itu, kawasan tersebut juga dirancang menggunakan panel surya sebagai sumber energi alternatif, sementara kincir air akan dimanfaatkan untuk menjaga sirkulasi dan suplai oksigen bagi habitat ikan. Konsep ini diharapkan menjadikan Tebat Mbahangan sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga berkelanjutan.
Bagi Bursah, pembangunan Tebat Mbahangan bukan semata menghadirkan objek wisata baru. Ia ingin kawasan itu menjadi ruang yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan diharapkan membuka peluang usaha bagi warga, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga kelompok pembudidaya ikan.
Di sela kunjungannya, Bursah juga menyinggung maraknya video viral yang beredar di media sosial mengenai berbagai proyek pembangunan di Kabupaten Lahat. Alih-alih menganggapnya sebagai ancaman, ia justru melihat fenomena tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan.
“Mata saya dua, tangan saya dua, kaki saya dua, dan telinga saya hanya dua. Saya tidak mungkin menjangkau seluruh pembangunan strategis yang ada. Saya justru berterima kasih dengan adanya video viral sehingga kami bisa segera turun langsung mengecek ke lapangan,” katanya.
Namun, Bursah mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap objektif dan bertujuan membangun.
“Silakan mengawasi pembangunan, tetapi jangan sengaja mencari-cari kesalahan. Yang kita butuhkan adalah masukan agar pembangunan di Kabupaten Lahat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, Tebat Mbahangan bukan hanya menjadi wajah baru pariwisata Kabupaten Lahat. Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi contoh bagaimana potensi alam dapat dikelola menjadi sumber kesejahteraan masyarakat tanpa kehilangan kelestarian lingkungannya.









