Idealis.co.id – Ketika pemerintah pusat tengah menggencarkan program efisiensi anggaran, ironi justru datang dari daerah. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lahat seolah tak tersentuh semangat penghematan.
Di bawah kepemimpinan Direktur PDAM Anda Wijaya, perusahaan pelat merah ini justru menggelar kegiatan outbound di Kota Bogor, Jawa Barat—jauh dari wilayah operasionalnya di Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan biasa. Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan yang berangkat terdiri dari staf dan pegawai PDAM, bahkan turut serta istri direktur. Tak hanya itu, Kabag Ekonomi Pemkab Lahat, Miharta, juga ikut dalam kegiatan tersebut dengan memboyong stafnya.
Langkah ini langsung menuai sorotan tajam dari Ketua Serasan Setungguan Sumsel, KMS Ali Ismail, S.E.
“Gila mereka. Direktur PDAM dan Kabag Ekonomi kok berani mengadakan kegiatan outbound di tengah program efisiensi dari pusat,” tegas Ali dengan nada geram.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya soal pemborosan anggaran, tetapi juga mencerminkan ketidakpekaan pejabat terhadap kondisi yang sedang dihadapi pemerintah.
Ali menilai, tindakan tersebut berpotensi mencoreng wajah Pemerintah Kabupaten Lahat, terlebih Bupati Bursah Zarnubi selama ini dikenal gencar menyerukan efisiensi anggaran.
“Kita tahu Pak Bursah selalu menekankan efisiensi. Tapi ini justru berbanding terbalik. Seolah ada pembangkangan terhadap arahan bupati,” lanjutnya.
Kritik ini membuka pertanyaan lebih besar: di saat masyarakat diminta berhemat dan pemerintah pusat menekan pengeluaran, apakah wajar pejabat daerah justru melakukan kegiatan yang terkesan “jalan-jalan berkedok outbound”?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PDAM Lahat maupun Pemkab terkait tujuan, anggaran, serta urgensi kegiatan tersebut.
Publik kini menunggu—apakah ini bagian dari pembinaan SDM, atau sekadar pemborosan yang dibungkus agenda resmi?









