Lahat, Idealis.co.id – Dinas Perikanan Kabupaten Lahat memperkuat pengembangan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Agung dan peningkatan kapasitas pembudidaya sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian sektor perikanan di Kabupaten Lahat.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, Marully, mengatakan BBI Kota Agung memiliki peran penting dalam menghasilkan benih ikan patin berkualitas yang menjadi fondasi keberhasilan budidaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“BBI Kota Agung bukan hanya memproduksi benih ikan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya harapan bagi para pembudidaya dalam meningkatkan produksi, pendapatan, dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Menurut Marully, pihaknya saat ini tengah menyiapkan transformasi BBI Kota Agung melalui penguatan sarana dan prasarana budidaya serta penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).
Transformasi tersebut ditujukan agar BBI tidak hanya berfungsi sebagai unit pelayanan, tetapi berkembang menjadi pusat inovasi, pengembangan teknologi budidaya, serta pelayanan yang lebih profesional, adaptif, dan mandiri.
Selain pembenahan di sektor pembenihan, Dinas Perikanan juga mengirim peserta mengikuti kegiatan pembelajaran budidaya perikanan di Belitang, Kabupaten OKU Timur, yang dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan di Sumatera Selatan.
Marully meminta seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyerap pengalaman dan teknologi budidaya yang telah berhasil diterapkan di Belitang, kemudian mengimplementasikannya di Kabupaten Lahat.
Ia menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian para pembudidaya, yakni pengembangan pakan mandiri, penguatan kelembagaan kelompok atau koperasi, serta penerapan digitalisasi dalam pengelolaan usaha budidaya.
Menurutnya, pakan masih menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan. Karena itu, kemampuan memproduksi pakan secara mandiri dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi dan daya saing pembudidaya.
Di sisi lain, penguatan kelembagaan diyakini dapat meningkatkan posisi tawar pembudidaya dalam memperoleh bahan baku maupun memasarkan hasil panen. Sementara pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha dan memperluas akses pasar.
Marully berharap seluruh ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan di lapangan dan dibagikan kepada pembudidaya lainnya.
“Dengan penguatan pembenihan, peningkatan kapasitas SDM, dan penerapan inovasi budidaya, kami optimistis sektor perikanan Kabupaten Lahat akan semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.









