Kemarau Melanda, Warga Serbu Sungai Lematang

- Jurnalis

Jumat, 2 Agustus 2019 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAHAT, Detiksriwijaya – Musim kemarau yang melanda Bumi Seganti Setungguan Kabupaten Lahat, memaksa sebagian warga dibeberapa wilayah Kota Lahat menggunakan air sungai lematang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Diantaranya, beberapa warga dari Kelurahan Pagar Agung, Kota Lahat serta Kelurahan Gunung Gajah, Lahat terpaksa berlari ke sungai lematang untuk melakukan beberapa aktifitas seperti mandi dan mencuci pakaian. Jum’at, (02/08/2019).

Andi (37) dibincangi media ini, tepatnya di bendungan sungai lematang belakang Koramil Kota Lahat, mengatakan dirinya bersama keluarga terpaksa memanfaatkan air sunggai lematang untuk mandi dan mencuci pakaian dikarenakan sumur di kediamannya alami kekeringan.

Baca Juga :  Aksi Penggalangan Dana Peduli Palu Donggala

“Kemarau ini kami tepakso ke sini (Sungai Lematang) karno sumur di rumah kering, laju aku dan keluargo mandi cuci pakaian disini,” Terang Andi.

Dilanjutkan warga Kelurahan Pagar Agung ini, Sungai lematang merupakan alternatif setiap tahun baginya bila musim kemarau menjelang. Diungkapkannya, selain dirinya banyak pula warga dari kelurahan lainnya yang datang ke sungai dimaksud karena alami kekeringan.

Baca Juga :  CALLISTA HOTEL TURUT LESTARIKAN PAKAIAN KHAS DAERAH

“Selain untuk cuci, air sungai lematang kita gunakan untuk memasak bahkan untuk diminum,” Ujar lelaki yang memiliki Tatto ditubuh ini.

Pantau Detiksriwijaya.com beberapa warga lainnya memanfatkan air lematang untuk mencuci kendaraan bermotor.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terbaru