Keterangan Kapolres Lahat Perihal Kronologis Insiden Berdarah Di PT. Arta Prigel

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2020 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKBP IRWANSYAH SIK

AKBP IRWANSYAH SIK

LAHAT, Detiksriwijaya – Sengketa lahan antara pihak pekerja PT. Arta Prigel tadi siang sekira pukul 10.15 WIB dengan warga desa Pagar Batu timbulkan korban luka dan meninggal dunia. Lima warga mengalami luka tusuk, dua harus kehilangan nyawa sementara tiga lainya yang terlibat insiden bersarah tersebut selamat walau sempat menjalani perwatan medis.

Informasi terangkum, bermula saat pekerja PT. Arta Prigel didampingi security perusahaan sedang melaksanakan aktifitas bekerja seperti biasanya didatangi puluhan warga yang berjumlah kurang lebib 60 orang melengkapi diri dengan senjata tajam, tombak dan parang. Kedatangan warga ini bermaksud melarang pekerja untuk beraktifitas di lahan yang diklaim milik warga berdomisili di desa Pagar Batu, kecamatan Pulau Pinang, kabupaten Lahat.

Pengusiran kepada pekerja sempat dilakukan puluhan warga, menghindari hal-hal yang tak diinginkan security menarik pekerja untuk pindah ke lokasi kerja lainnya yang ternyata masih masuk di lokasi lahan klaim warga. Pengusiran kedua kalinya kembali terjadi, warga semakin beringas hingga terjadi pengejaran pada pihak pekerja dan security.

Pekerja bersama security awalnya mampu menghindar dan berhasil masuk ke dalam mobil. Namun, warga bukan redah emosinya malah bertambah ganas mengejar dan melempari pekerja yang saat itu sudah di dalam mobil.

Puncaknya, saat kendaraan yang ditumpangi pekerja dan security sudah terkepung dan tersudut bentrok tak bisa dihindari. Pada insiden tersebut, satu security mengalami luka bocor dikepala diduga akibat lemparan benda tumpul, sementara empat orang dari warga desa mengalami luka tikaman senjata tajam yang berujung dilarikan ke rumah sakit umum Lahat karena mengalami luka serius.

Empat warga yang dilarikan yang diketahui bernama Sumarlin (38) masih menjalani perawatan, Lion Agustin (35) usai menjalani perawatan sudah diperbolehkan pulang, sementara korban Suryadi (40) dan Putra (35) meninggal dunia di rumah sakit karena kehabisan darah akibat luka tusuk yang cukup serius.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK, MH, CLA dihubungi via telpon membenarkan informasi dimaksud. Dijelaskan Kapolres, ada lima korban luka pada insiden kejadian tersebut.

“Ada lima korban luka, empat dari pihak warga desa Lesung Batu satu lagi dari pihak pekerja,”kata Irwansyah.

Dijelaskan Irwansyah, kejadian bermula saat pekerja PT. Artha Prigel sedang melakukan rutinitas bekerja seperti biasa, tiba-tiba didatangi massa yang berjumlah puluhan orang dengan membawa sajam, golok dan tombak yang terbuat dari kayu mengusir pekerja. Hingga akhirnya, warga melakukan penyerangan pada pekerja yang saat itu sudah berusaha menghindar.

“Sempat terjadi dua kali pengusiran dan larangan pada pekerja agar tidak melakukan aktifitas bekerja. Ada sekitar kurang lebih 60 warga yang menghampiri pekerja saat itu dengan senjata tajam, namun bentrok tak bisa dihindari karena pekerja yang sudah naik ke mobil dikepung dan dihakimi, disinilah insiden tersebut terjadi,”ujar Kapolres.

Terkait kejadian ini, dikatakan Kapores dirinya sudah memerintahkan Kasat reskrim untuk segera melakukan pemeriksaan di TKP dan mengumpulkan saksi-saksi guna kepentingan proses penyelidikan.

“Belum ada yang ditetapkan tersangka, Kasat Reskrim sedang melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut,”tukasnya.

Selanjutnya, Irwansyah menghimbau agar semua pihak menahan diri, permasalahan yang terjadi juga diproses penyelesaian di pihak pemerintah daerah kabupaten Lahat.

“Saya menghimbau, intinya agar semua menahan diri. Permasalahan ini juga diproses penyelesaian dari pihak pemerintah daerah. Jadi sambil menunggu penuntasan jangan sampai ada yang melalukan pemortalan jalan, silahkan semua beraktifitas dan jangan saling mengganggu,”pungkasnya.

Baca Juga :  PELAJAR LAHAT IKUTI PEREBUTAN PIALA ANDALAS CUP U-14

Berita Terkait

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”
El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan
M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya
Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar
Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar
Bupati Lahat Pastikan Proyek Puskesmas Pagar Gunung Sudah Diaudit BPK, Temuan Rp21 Juta Telah Dikembalikan
Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”

Kamis, 3 September 2026 - 15:18 WIB

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:26 WIB

M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Berita Terbaru