Nazwa Keyza (18) Mahasiswi Asal Lahat Meninggal Dunia Akibat Luka Tusuk Begal Bersenpi

- Jurnalis

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Idealis.co.id, Sumsel – Sepasang mahasiswa dan mahasiswi di Kabupaten Ogan Ilir menjadi korban pembegalan di jalan pintu masuk wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir. Aksi bandit jalanan tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia.

Informasi terangkum, dini hari Sabtu (03.02.2024) sekira pukul 00.30 WIB kedua korban Nazwa Keyzha Safira (18) tercatat sebagai Warga Kabupaten Lahat bersama Aldo Prestio (19) pemuda asal Kabupaten Pali duduk di Jalan Raya Desa Sakatiga Ogan Ilir, tepatnya di jembatan persis di depan gerbang masuk perkantoran Pemkab Ogan Ilir.

Informasi menyebut, kejadian tersebut bermula, saat kedua korban sedang duduk didatangi dua orang menggunakan sepeda motor jenis matic, dan langsung mengeluarkan Senpi (Senjata api serta Senjata tajam dan menodong ke arah korban.

Spontan kedua korban merespon dengan melakukan perlawanan, korban Aldo dipukul menggunakan senpi yang sejak awal sudah ditodongkan pelaku.

Selanjutnya, usai berhasil merebut motor korban kedua pelaku mencoba kabur, namun belum sempat kabur jauh salah satu pelaku terjatuh. Korban Aldo mencoba mengejar pelaku yang terjatuh tersebut, waktu bersamaan korban Nazwa mengejar pelaku lainnya, korban langsung menarik satu pelaku lainnya.

Baca Juga :  Diterkam Tim Macan, JUMADI (30) Akui Kejadian Dua Kali Jambret Motor Di Linggau Ulahnya

Setelah korban satunya berhasil ditarik Nazwa, pelaku langsung mengeluarkan Senjata tajam (Sajam) jenis cap garpu dan langsung menyerang korban Nazwa, hingga akhirnya korban terkena tusukan sajam di bagian punggung sebelah kiri korban.

Melihat korban ambruk jatuh ketanah, kedua pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa kendaraan milik korban. Sementara, Aldo melihat temannya ambruk ke bumi langsung berusaha mencari bantuan terdekat.

Teriakkan Aldo mengundang warga dan langsung menghampiri korban Nazwa, yang kemudian dibantu warga Aldo membawa Nazwa ke pusat klinik kesehatan terdekat.

Setelah sesampai di Rumah Sakit Mahyuzahra, kemudian dilakukan pemeriksaan tim medis terhadap Korban NAZWA KEYZHA SAFIRA dan dari tim medis menyatakan bahwa Korban NAZWA KEYZHA SAFIRA sudah meninggal dunia diduga akibat pendarahan hebat, sementara korban ALDO PRASETIO luka pada bagian kepala masih syok serta dalam penanganan medis.

Baca Juga :  Tanam Ganja Di Balkon Rumah, Dua Warga Sukabumi Diringkus BNNP JABAR

Pihak kepolisian Ogan Ilir mendapat laporan tersebut, langsung menuju Tempat Kejadian Perkara memintai keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan beberapa barang bukti terkait aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) tersebut.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas diantaranya, 1 (satu) unit senjata api diduga rakitan jenis revolver, 1 (satu) buah sarung senjata tajam jenis pisau, 1 (satu) pasang sandal warna pink, 1 (satu) buah helm warna hitam, 1 (satu) lembar sweeter merk MEOW warna putih garis pink berlumur darah, 1 (satu) buah jilbab warna krem berlumur darah) dan 1 (satu) buah jaket warna putih berlumur darah).

Korban meninggal dunia merupakan anak dari Sertu M. Nasir salah satu anggota personil Koramil 405-12/Lahat, ayah korban yang mengetahui kejadian yang menimpa anaknya langsung menuju Kabupaten Ogan Ilir kurang lebih dua jam dari waktu kejadian pembegalan tersebut.

Korban kemudian dibawa ke Kabupaten Lahat ke kediaman orang tuanya, yang selanjutnya dikebumikan di Kabupaten Lahat tanah kelahiran korban.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terbaru