Banjir Bukan Lagi Bencana Alam, Tapi Buah Pembiaran: Bupati Lahat Didesak Tertibkan Bangunan di Atas Siring

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idealis.co.id, Lahat – Banjir yang terus berulang di Kota Lahat, khususnya di Kelurahan Pasar Lama dan kawasan Sekip Sidomulyo, tak lagi bisa dianggap sebagai sekadar dampak cuaca ekstrem. Fakta di lapangan justru mengarah pada persoalan klasik: pembiaran tata ruang yang semrawut dan lemahnya pengawasan pemerintah.

Ironisnya, wilayah yang jauh dari aliran besar seperti Sungai Lematang justru menjadi langganan banjir setiap hujan turun. Ini bukan soal alam, tapi soal kelalaian yang dibiarkan menumpuk tanpa solusi nyata.

Warga menuding, sistem drainase yang semestinya menjadi jalur vital aliran air justru kehilangan fungsinya. Siring yang seharusnya mengalirkan air dengan lancar, kini berubah fungsi—tertutup bangunan yang berdiri tanpa kejelasan penataan.

Baca Juga :  Melalui JOHERPAS, Kades Gedung Agung Gugat Kapolres Empat Lawang, Kasatres Narkoba Juga Dansat Brimob Polda Sumsel Terkait Dugaan Pelanggaran HAM

Joko, warga Kelurahan Pasar Lama, secara gamblang menyebut adanya bangunan yang berdiri tepat di atas siring besar di sekitar Kuburan Sekip. Kondisi ini, menurutnya, jelas menghambat aliran air dan memperparah genangan saat hujan.

“Kalau aliran airnya saja sudah ditutup bangunan, mau dialirkan ke mana lagi air itu? Ini bukan sekadar sampah, tapi sudah soal bangunan yang berdiri di tempat yang tidak semestinya,” tegasnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana bangunan tersebut bisa berdiri? Di mana peran pengawasan pemerintah selama ini?

Yuni, warga lainnya, menilai persoalan ini bukan hanya soal drainase, tetapi juga kegagalan dalam membangun kesadaran kolektif dan penegakan aturan.

“Penataan itu penting, tapi kalau tidak tegas, ya percuma. Harus ada tindakan nyata, bukan hanya imbauan,” ujarnya.

Baca Juga :  Melalui Partai Garuda, Gadis Enerjik Ini Siap Bersaing Perebutkan Kursi DPRD Lahat

Nada lebih keras datang dari Yuli (38), warga Sekip Sidomulyo. Ia menilai pemerintah daerah tidak bisa lagi menutup mata atas kondisi yang terus berulang setiap tahun.

“Pak Bupati, ini bukan lagi keluhan baru. Kami sudah terlalu sering kebanjiran. Kalau bangunan di atas siring itu tidak ditertibkan, banjir akan terus jadi ‘hadiah rutin’ setiap hujan. Kami butuh tindakan, bukan janji,” katanya tegas.

Desakan warga ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Lahat. Tanpa penertiban dan penegakan aturan yang tegas, banjir bukan hanya akan terus terjadi—tetapi juga menjadi simbol gagalnya pengelolaan tata kota.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terbaru