Lapak Liar Dibiarkan, Negara Kalah di Bahu Jalan: Warga Tagih Nyali Satpol PP dan Dishub

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idealis.co.id — Ketertiban di Kabupaten Lahat kembali dipermalukan. Bahu Jalan Prof Dr Emil Salim, tepat di depan Balai Yasa, kini seolah berubah fungsi menjadi pasar liar—dan ironisnya, itu terjadi di depan mata aparat.

 

Sabtu (04/04), pemandangan semrawut kembali terlihat. Pedagang buah berjejer tanpa kendali, sebagian bahkan terang-terangan menguasai badan jalan. Ruang publik yang seharusnya untuk lalu lintas kini “dibajak” menjadi lapak dagang.

 

Kemacetan pun jadi konsekuensi rutin. Setiap kali pembeli berhenti, arus kendaraan tersendat. Pengendara terpaksa mengalah—seolah aturan lalu lintas tak lagi berlaku di titik tersebut.

 

Yang jadi pertanyaan, di mana Satpol PP? Di mana Dishub?

Baca Juga :  BERLIAN Rampung Kembalikan Berkas Di Lima Partai Politik Pengusung

 

Penertiban memang pernah dilakukan. Tapi hasilnya nihil. Pedagang kembali lagi, lapak kembali berdiri, dan pelanggaran kembali terjadi. Siklus berulang ini memunculkan kesan kuat: penertiban hanya formalitas, bukan solusi.

 

Sulaiman, salah satu pengendara, tak lagi menahan kritiknya.

 

“Kalau sudah sering ditertibkan tapi tetap begini, berarti ada yang tidak beres. Ini seperti dibiarkan,” tegasnya.

 

Padahal, pemerintah daerah bukan tanpa solusi. Lokasi pasar buah resmi sudah disediakan di kawasan Pasar Lematang. Namun keberadaan fasilitas itu seakan tak punya daya paksa—diabaikan tanpa konsekuensi.

 

Kondisi ini mempertegas satu hal:

aturan ada, tapi tak ditegakkan.

Lebih jauh, publik mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan visi “menata kota membangun desa”. Sebab yang terlihat di lapangan justru sebaliknya—ketidaktertiban yang dibiarkan tumbuh di ruang publik.

Baca Juga :  Personil Satlantas Polres Lahat Gagalkan Aksi Curanmor Disiang Bolong

 

“Kalau bahu jalan saja tidak bisa ditertibkan, bagaimana mau menata kota?” sindir Sulaiman.

 

Situasi ini tak lagi sekadar soal pedagang. Ini soal wibawa pemerintah yang dipertaruhkan. Ketika pelanggaran terjadi berulang tanpa tindakan tegas, maka pesan yang sampai ke publik jelas: aturan bisa dinegosiasikan.

 

Masyarakat kini menunggu bukan sekadar razia sesaat, tapi tindakan nyata yang konsisten dan berani. Jika tidak, maka kawasan Balai Yasa akan terus menjadi simbol—bukan keberhasilan penataan kota, melainkan kegagalan penegakan aturan.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
TNI AD GELAR KARYA BAKTI BERSAMA MASYARAKAT, PERCEPAT PEMBANGUNAN MASJID DI TANGGAMUS

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:55 WIB

TNI AD GELAR KARYA BAKTI BERSAMA MASYARAKAT, PERCEPAT PEMBANGUNAN MASJID DI TANGGAMUS

Berita Terbaru