Lahat, Idealis.co.id – Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok desa dan wilayah pesisir, sebanyak 475 peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 resmi memulai pendidikan dan pelatihan di Dodikjur Rindam II/Sriwijaya, Kabupaten Lahat.
Mereka bukan calon prajurit, melainkan calon pemimpin lapangan yang dipersiapkan untuk menggerakkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dua program strategis yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis gotong royong.
Pembukaan pendidikan ditandai dengan amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, yang dibacakan oleh Brigjen TNI Lalu Habibburrahim Wiradarma.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kekuatan pertahanan negara, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari bawah.
Karena itu, para peserta SPPI akan menjalani proses pembentukan karakter melalui pendidikan dasar kemiliteran yang menekankan disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama tim, serta daya juang dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Namun lebih dari itu, mereka juga akan dibekali kemampuan manajerial, tata kelola koperasi, pemberdayaan masyarakat, hingga kepemimpinan sosial yang nantinya menjadi modal utama saat terjun langsung ke desa dan kawasan pesisir.
Program SPPI hadir dengan misi besar: melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keberanian untuk hadir di tengah masyarakat, mencari solusi atas persoalan ekonomi, dan mendorong lahirnya kemandirian dari tingkat lokal.
Melalui program ini, pemerintah berharap ribuan koperasi Merah Putih yang akan tumbuh di berbagai daerah dapat dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Para peserta juga didorong menjadi agen perubahan yang mampu menghidupkan semangat gotong royong, memperkuat ekonomi rakyat, sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan implementasinya di lapangan.
Di Lapangan Dodikjur Rindam II/Sriwijaya, pendidikan yang dimulai hari ini bukan sekadar pelatihan. Ia menjadi titik awal lahirnya para penggerak pembangunan yang akan membawa misi besar: membangun Indonesia dari desa, menguatkan ekonomi dari akar rumput, dan menjaga ketahanan nasional melalui kesejahteraan masyarakat.
“Kalian dipilih dan terpilih untuk mengikuti pelatihan ini. Jadilah kader dan pelopor yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan nasional Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat pembukaan.









