JERIT PETANI KARET JELANG LEBARAN

- Jurnalis

Selasa, 22 Mei 2018 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

EMPAT LAWANG, DETIKSRIWIJAYA – Petani karet di Empat Lawang khususnya Kecamatan Tebing Tinggi,masih mengeluh akan rendahnya harga jual getah karet yang masih sangat rendah ketika menjual getah ke para toke (pengepul, red).

 

Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan harga-harga bahan pokok dipasar yang semenjak memasuki bulan suci ramadhan kian melambung tinggi, tapi tidak dengan harga getah karet yang masih sangat rendah tepat nya Rp.5000 sampai Rp.5.500.- per kilonya.

 

“Sekarang ini 2 kilogram getah baru bisa membeli 1 kilogram beras,tentu saja ini sangat berat bagi kami petani karet yang hanya bergantung dengan hasil getah,itu pun pada saat penyadapannya tergantung dengan cuaca,”ungkap Subhan salah satu petani karet di Desa  Mekar Jaya Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Baca Juga :  DIT POLAIRUD Salurkan Bansos Untuk Nelayan Perairan Sungai Musi Yang Terdampak Kenaikan Harga BBM

 

Menurut Subhan,  turunnya harga getah karet sering tanpa alasan terlebih situasi perekonomian sekarang yang dianggapnya semakin carut marut. Namun, dirinya tetap berharap agar getah karet ini bisa mengalami kenaikan menjelang lebaran yang sebentar lagi.

 

“Kami sebagai petani hanya bisa berharap agar harga karet bisa stabil dan tidah jatuh disaat lebaran nanti.”Harapnya

Baca Juga :  Turut Berduka, PT. PE Bagikan Nasi Kotak Pada Korban Kebakaran

 

Sementara itu Van (30) salah satu pengepul/toke getah karet yang ada di tebing tinggi tepatnya di Jalan poros Noerdin Panji mengatakan semenjak harga getah mengalami penurunan tempatnya menjadi sepi dari petani petani yang hendak menjual getah.

 

“Para petani sudah mulai banyak yang yang beralih profesi sehingga sepi tempat kita sepi,.”katanya

 

Van berujar, bahwa untuk saat ini sampai lebaran harga karet kemungkinan tidak akan mengalami penurunan. “Saya yakin untuk harga tidak akan mengalami penurunan sampai lebaran nanti.”pungkasnya (Fau/Ch)

Berita Terkait

Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral
Dari Desa Ring Satu hingga Panti Asuhan: Jejak Kepedulian PT KUBN untuk Anak-anak Lahat
Sinergi Perusahaan dan Desa: CSR PT KUBN Dorong Kepedulian Sosial di Desa Lubuk Sepang Dan Desa Perigi
Jangan Salah Kaprah! Kekacauan Informasi Bansos Terus Berulang — Siapa yang Salah?
Dinas Sosial Lahat Resmi Launching Kampung Upek (Kampek), Gerakan Perubahan untuk Mengangkat Martabat Ekonomi Keluarga
PMIL : Sektor Tambang Batubara Lahat Apakah Masih Bisa Bertahan 1 Januari 2026?
Digeruduk Ribuan Massa Dari Kecamatan Kikim Area Dan Kecamatan Gumay Talang, PT. SMS Menyerah Penuhi Permintaan Demonstran 
Tak Kunjung Cair, PT. Asuransi Staco Mandiri Harus Bertanggung Jawab Kepada 351 Ahli Waris Kematian Di Lahat

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:57 WIB

Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:24 WIB

Dari Desa Ring Satu hingga Panti Asuhan: Jejak Kepedulian PT KUBN untuk Anak-anak Lahat

Sabtu, 27 Desember 2025 - 13:39 WIB

Sinergi Perusahaan dan Desa: CSR PT KUBN Dorong Kepedulian Sosial di Desa Lubuk Sepang Dan Desa Perigi

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:39 WIB

Jangan Salah Kaprah! Kekacauan Informasi Bansos Terus Berulang — Siapa yang Salah?

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:42 WIB

Dinas Sosial Lahat Resmi Launching Kampung Upek (Kampek), Gerakan Perubahan untuk Mengangkat Martabat Ekonomi Keluarga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 09:17 WIB

PMIL : Sektor Tambang Batubara Lahat Apakah Masih Bisa Bertahan 1 Januari 2026?

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:00 WIB

Digeruduk Ribuan Massa Dari Kecamatan Kikim Area Dan Kecamatan Gumay Talang, PT. SMS Menyerah Penuhi Permintaan Demonstran 

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:32 WIB

Tak Kunjung Cair, PT. Asuransi Staco Mandiri Harus Bertanggung Jawab Kepada 351 Ahli Waris Kematian Di Lahat

Berita Terbaru