Panjat Pinang Miring, Warga Berebut Balon Uang Jutaan Rupiah

- Jurnalis

Minggu, 18 Agustus 2019 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAHAT, Detiksriwijaya – Peringatan HUT RI Ke 74 tahun 2019 disambut suka cita seluruh rakyat Indonesia. Pada peringatan hari Kemerdekaan Negara Indonesia pergelaran perlombaan merupakan hal yang tak asing lagi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu perlombaan yang selalu ada, pada peringatan hari lahirnya Bangsa Indonesia ini adalah lomba Panjat Pinang berhadiah.

Lomba panjat pinang yang biasanya diselenggarakan dengan posisi pohon pinang tegak berdiri, berbeda halnya dengan lomba panjat pinang yang diadakan di Desa Karang Baru, Kota Lahat.

Tak lazim, lomba panjat pinang yang diselenggarkan kali ini, berlokasi di aliran Sungai Lematang Kota Lahat oleh salah satu pengusaha Galian C, Agus Kailani Lie atau yang akrab disapa AKAI. Minggu, (18/08/2019).

Pantauan Detiksriwijaya.com, pohon pinang yang semestinya dibuat dengan posisi berdiri dibuat dengan posisi miring, tak hanya itu hadiah yang dilekatkan di atas pohon pinang yang sudah dilumuri Minyak Gemuk berupa Balon warna warni berisikan uang pecahan puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Baca Juga :  Unit II Satres Narkoba Polres Lahat Ciduk Ujang Penyalahguna Sabu

Kerja keras musti dilakukan 20 tim yang mengikuti lomba panjat pinang ini, selain dengan posisi miring pohon pinang yang dibuat lelaki keturunan Tionghoa ini juga menghadap ke sungai yang otomatis bila tak mencapai puncak pohon bakal jatuh langsung ke dalam air.

Puluhan tim yang ikut dalam lomba ini, semakin bersemangat untuk menjadi tim yang pertama kali bisa naik ke atas sebab tim yang pertama kali naik bakal menerima uang tunai senilai Rp. 500.000,- dari penyelenggara.

Ratusan masyarakat turut hadir menyaksikan perlombaan dimaksud, kalangan ibu ibu, bapak bapak, pemuda pemudi bahkan anak anak turut memeriahkan acara yang dilaksanakan sekali dalam setahun ini.

Tak hanya pinang berhadiah uang dengan total jutaan rupiah diperebutkan peserta, warga setempat juga memperebutkan ratusan balon berisi uang yang dilepas dialiran sungai lematang.

Kades Karang Baru Marsudin, mengungkapkan kegiatan 17 Agustusan menjadi hal yang dinantikan oleh warga Karang Baru, dijelaskannya kegiatan yang diselenggarakan keluarga besar AKAI selalu dinantikan warganya.

Baca Juga :  Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam

“Yang pastinya, perlombaan yang dibuat Bos AKAI dan keluarga selalu dinantikan warga. Seperti hari ini, warga berbondong bondong ke sini (sungai lematang) untuk turut berlomba dan turut menyaksikan lomba panjat pinang berhadiah ini, mewakili warga saya mengucapkan terima kasih ke Ko Akai dan keluarga besar yang sudah mengadakan acara ini,” Ungkapnya.

Sementara Agus Kailani Lie dibincangi usai acara, mengatakan acara yang diselenggarakan dimaksudkan selain sebagai turut serta memperingati hari kemerdekaan Negara Indonesia, pihak keluarganya selalu menyambut suka cita peringatan 17 Agustusan bersama warga setempat.

“Lomba ini kita suguhkan untuk warga setempat, yang intinya kita sebagai warga Indonesia sudah sepatutnya menyambut peringatan HUT RI dengan suka cita,” Ujarnya.

Dikatakan Akai kembali, kegiatan serupa kemungkinan tahun depan bakal dilaksanakan kembali dan tentunya dalam suasana yang lebih meriah lagi.

“Semoga tahun depan kita masih diberikan kesehatan serta berkah berlimpah dan mudah mudahan acara tahun depan bakal lebih meriah lagi dari acara tahun ini,” Pungkasnya.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terbaru