Maen Gaplek Berhadiah, LSM Diserang Hingga Terkapar Bersimbah Darah

- Jurnalis

Minggu, 21 Januari 2024 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Idealis.co.id, Lahat – Teriakan minta tolong dan berjalan sempoyongan dari Nata Biro Hiri (51), warga Desa Pagar Negara, Kota Lahat, sontak membuat kawan maen lomba Gaplek bersangkutan berhamburan menuju sumber suara dan melihat Nata sudah berlumuran darah dan mengerang kesakitan.

Petaka itu, dini hari Sabtu (20.01.2024) sekira pukul 00.30 WIB, Nata yang sehari-harinya dikenal sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bumi Seganti Setungguan bermain gaplek berhadiah di lapangan voli dekat tempat kediamannya.

“Waktu itu kami jingok Ado keributan di panggung, kami jingok pelakunyo langsung nyerang gunoke pisau dan membacok dengan membabi-buta. Kenonyo yang nampak di punggung, bahu dan lengan korban,”ujar salah satu rekan korban yang namanya tak ingin disebutkan.

Baca Juga :  Pamit Buang Air, Zainal Ditemukan Tewas Dengan Tragis

Atas kejadian tersebut, Nata langsung dilarikan ke RSUD Lahat untuk pertolongan pertama. Karena luka yang cukup serius akhirnya Nata dirujuk ke RS PALEMBANG guna penanganan yang lebih serius. Sementara pelaku usai menyerang dan melukai korban melarikan diri.

Satreskrim Polres Lahat yang dipimpin Kasatreskrim Polres Lahat AKP Sapta Eka S.H didampingi Kanit Pidum Ipda Denny Aprianto S.H, menerima informasi tersebut langsung menuju TKP memintai keterangan saksi-saksi. Tak menunggu waktu lama pelaku yang melukai korban diketahui keberadaanya.

Baca Juga :  Lengkap…!!! Sentot Dijadikan Tersangka Kasus Formalin, Terancam Penjara Diatas Lima Tahun

Pelakunya adalah Hegler Fenalosa alias Alel (36) buruh warga Dusun I Desa Pagar Negara dan tak sampai 1X24 jam tanpa perlawanan akhirnya pelaku diamankan Tim Jagal Bandit Satreskrim Polres Lahat. Informasi terangkum pelaku sudah diamankan di Polres Lahat guna proses hukum lebih lanjut.

Sementara untuk motif pelaku tega membabi buta menyerang korban hingga terluka parah belum diketahui, pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk diketahui motif apa yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.

Berita Terkait

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”
El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan
M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya
Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar
Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar
Bupati Lahat Pastikan Proyek Puskesmas Pagar Gunung Sudah Diaudit BPK, Temuan Rp21 Juta Telah Dikembalikan
Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”

Kamis, 3 September 2026 - 15:18 WIB

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:26 WIB

M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Berita Terbaru