Kasi Datun Kejari Lahat : Merawat Otoritas dengan Empati

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di balik ketegasan Kasi Datun Kejari Lahat Ahmad Muzayyin, tersusun kepemimpinan modern yang berakar pada keseimbangan, keluarga, dan nilai kemanusiaan

 

Di ruang kerja Kejaksaan Negeri Lahat, Ahmad Muzayyin, S.H., M.H. dikenal sebagai figur yang tegas, presisi, dan disiplin dalam menjalankan mandat negara. Sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), ia berada di simpul kepentingan hukum negara—ruang yang menuntut ketegasan, kecermatan, dan konsistensi tanpa kompromi.

 

Namun, di balik toga jaksa dan ritme kerja yang sarat tekanan, Muzayyin merepresentasikan wajah lain kepemimpinan kejaksaan hari ini: kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada otoritas, tetapi juga kesadaran manusiawi.

 

Saat tugas dinas mereda dan seragam dilepas, ia memilih kembali pada ruang paling esensial—keluarga. Tanpa hiruk-pikuk, tanpa pencitraan. Rumah menjadi titik keseimbangan, tempat ia menata ulang energi dan makna, jauh dari sorotan jabatan.

 

Pilihan hidup yang sederhana itu mencerminkan filosofi kepemimpinan yang ia bawa ke kantor: terkendali, terukur, dan berimbang. Ia bukan tipe pemimpin yang menciptakan jarak, melainkan membangun sistem kerja yang tertib namun tetap sehat secara psikologis.

Baca Juga :  Team Gabungan Belum Temukan Tanda-Tanda Keberadaan Korban Iqbal

 

Pendekatan itu terasa di lingkungan kerja Datun. Di mata rekan-rekan, Muzayyin bukan hanya atasan administratif, melainkan pemimpin yang memahami ritme manusia di balik target dan beban perkara.

 

“Dia itu sosok pimpinan yang memberi harmoni keseimbangan, seperti Yin dan Yang,” ujar Kepala Subseksi Bidang Tindak Pidana Umum (Kasubsi Tipidum) Kejari Lahat.

 

Staf di lingkungan Datun menilai ketegasan Muzayyin selalu hadir bersama arah yang jelas. Disiplin ditegakkan, namun martabat manusia tetap dijaga.

 

“Kalau beliau menegur, tujuannya membangun. Kami ditegaskan soal disiplin, tapi juga dihargai sebagai manusia,” ujar salah seorang staf Kejari Lahat.

 

Pandangan itu diamini Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Lahat, Priyudha Adhitya Mukhtar, S.H. Menurutnya, pendekatan kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Muzayyin adalah kebutuhan institusi penegak hukum hari ini.

Baca Juga :  Jalan Menuju Kecamatan Pagar Gunung Rawan Longsor

 

“Kepemimpinan modern di kejaksaan bukan hanya soal ketegasan, tapi kemampuan mengelola tim, menjaga integritas, dan membangun kepercayaan. Itu yang saya lihat dari Pak Muzayyin,” ujar Priyudha.

 

Di luar kantor, keseimbangan itu menemukan bentuk yang paling personal. Di dapur rumah, Muzayyin menanggalkan seluruh simbol jabatan. Ia memasak untuk istri dan dua putrinya—aktivitas sederhana yang baginya adalah cara merawat kedekatan, sekaligus menjaga kewarasan di tengah tekanan profesi.

 

Memasak bukan sekadar hobi. Di sana ia belajar kesabaran, ketelitian, dan kehadiran penuh—nilai yang sama yang ia bawa dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

 

Di antara aroma masakan di rumah dan dinamika penegakan hukum di kantor, Ahmad Muzayyin menempatkan dirinya di titik keseimbangan: tegas saat amanah negara dipikul, namun tetap manusiawi dalam memimpin dan hidup.

 

Barangkali, dari ruang paling sunyi bernama keluarga itulah lahir ketegasan yang matang—otoritas yang tidak keras, dan kepemimpinan yang tidak kehilangan empati.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem
Beliau Itu Penyeimbang Seperti Yin Dan Yang Kasubsi Pidum Kejari Lahat Haikal S.H

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terbaru