KAJAH Sumsel Mantapkan Program Pelestarian Sejarah dan Budaya Lokal

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Idealis.co.id, Lahat – Komunitas Pencinta Sejarah (KAJAH) Provinsi Sumatera Selatan terus memantapkan program pelestarian sejarah dan budaya lokal sebagai upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap warisan peradaban daerah.

KAJAH Sumsel diketahui berdiri sejak tahun 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Di tengah keterbatasan aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat, komunitas ini justru lahir melalui ruang digital sebagai respons atas minimnya perhatian terhadap sejarah lokal Sumatera Selatan yang kian terlupakan.

KAJAH didirikan oleh Yanuar Anoseputra selaku founder, dengan Hafis Firmansyah atau yang akrab disapa Teratai sebagai ketua. Sejak awal berdiri, KAJAH hadir sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki minat dan kepedulian terhadap sejarah, tradisi, serta adat budaya lokal Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Bukber, Sri Meliyana Dengarkan Keluhan Kuli Becak Yang Dipungut Retribusi

Ketua KAJAH Sumsel, Hafis Firmansyah didampingi Yanuar Anoseputra, mengatakan bahwa pembentukan KAJAH dilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap semakin pudarnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah daerahnya sendiri.

“Sumatera Selatan memiliki sejarah yang panjang dan luar biasa. Namun banyak peristiwa, tokoh, dan peradaban besar yang tidak lagi dikenal. Inilah yang mendorong kami membentuk KAJAH,” ujarnya. Sabtu, (03/01/2026).

KAJAH Sumsel memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya mengkaji sejarah dan tradisi Sumatera Selatan secara kritis dan berkelanjutan, mengangkat serta melestarikan adat dan budaya lokal yang tergerus modernisasi, serta menjadi wadah silaturahmi dan diskusi bagi para pencinta sejarah dan budaya tradisional.

Selain itu, KAJAH juga fokus menggali kembali sejarah-sejarah yang terlupakan, baik berupa peristiwa penting, ketokohan pendiri daerah, suku-suku asli, hingga kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya di wilayah Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Warga Lahat Digoyang Duo Serigala, Millenial Road Safety Festival Berjalan Sukses

Menurut KAJAH, Sumatera Selatan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Nusantara, bahkan disebut sebagai salah satu cikal bakal terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Melalui kajian, diskusi, dokumentasi, dan publikasi, kami ingin menghidupkan kembali narasi besar Sumatera Selatan agar tidak hilang ditelan zaman,” tambah Hafis.

Ke depan, KAJAH Sumsel berkomitmen untuk terus memperluas gerakan kesadaran sejarah di tengah masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam pelestarian sejarah dan budaya lokal Sumatera Selatan.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
TNI AD GELAR KARYA BAKTI BERSAMA MASYARAKAT, PERCEPAT PEMBANGUNAN MASJID DI TANGGAMUS

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:55 WIB

TNI AD GELAR KARYA BAKTI BERSAMA MASYARAKAT, PERCEPAT PEMBANGUNAN MASJID DI TANGGAMUS

Berita Terbaru