Idealis.co.id, Lahat — Langkah berani ditunjukkan SMP Negeri 1 Lahat Selatan. Tak sekadar menerima Dana Apresiasi Adiwiyata 2025, sekolah ini langsung tancap gas membidik status Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) 2026.
Dukungan mengalir dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat, serta perhatian langsung dari Sri Meliyana. Program ini juga berada dalam pembinaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai motor penggerak sekolah berwawasan lingkungan di Indonesia.
Dana apresiasi yang diterima tak ingin dibiarkan mengendap di atas kertas. Sekolah langsung menggerakkan program strategis:
– Pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
– Penghijauan dan penataan taman sekolah
– Integrasi edukasi lingkungan dalam kurikulum
Gerakan kebersihan rutin melibatkan seluruh warga

Hari ini, Jumat (27/02/2026), sekolah resmi menggelar Launching Penanaman Pohon dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Aksi simbolik yang menjadi tanda: perubahan benar-benar dimulai. Kepala Sekolah, Johan, menegaskan komitmennya.
“Kerja ikhlas untuk kebaikan, dimulai dari sekolah. Semoga di tahun 2026 cita-cita itu tercapai,”ungkapnya.
Bukan Sekadar Taman dan Tempat Sampah
Program Adiwiyata bukan hanya soal cat hijau dan tong sampah terpilah. Ini soal membangun karakter.
Siswa dilatih:
– Disiplin menjaga kebersihan
– Bertanggung jawab terhadap lingkungan
– Peduli terhadap kelestarian alam sejak dini
Penilaian dilakukan ketat dan konsisten. Sekolah harus membuktikan budaya peduli lingkungan benar-benar hidup, bukan hanya saat penilaian.
Dengan dukungan penuh berbagai pihak, semangat guru dan siswa, serta kepemimpinan yang aktif menggaungkan hidup sehat berbasis lingkungan, SMP Negeri 1 Lahat Selatan kini menjelma menjadi kandidat serius.









