Zakat, Sekda, dan Nada Menggurui: Ketika Kebijaksanaan Tertinggal di Kolom Komentar

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Potongan Video Pernyataan Ketua Baznas Lahat Erwin

Foto : Potongan Video Pernyataan Ketua Baznas Lahat Erwin

Idealis.co.id, Lahat – Kadang polemik besar tidak lahir dari angka, regulasi, atau dalil panjang. Ia justru lahir dari satu hal yang jauh lebih sederhana: cara berbicara.

Begitulah kira-kira yang kini terjadi setelah video wawancara Erwin, pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lahat, beredar luas di media sosial. Video itu memuat tanggapan terhadap pernyataan Candra mengenai wacana kenaikan zakat.

Alih-alih menjadi penjelasan yang menyejukkan, statemen tersebut justru terdengar seperti kuliah singkat tentang zakat kepada seorang Sekretaris Daerah. Nada yang muncul dalam video itu seolah mengatakan satu hal sederhana: ada yang belum paham zakat, dan kebetulan orang itu adalah Sekda.

Publik tentu bebas menilai. Dan publik di era media sosial biasanya tidak menilai dengan pelan-pelan.

Kolom komentar pun berubah menjadi ruang sidang terbuka. Netizen datang tanpa undangan, membawa palu virtual masing-masing. Bukan untuk membahas fiqih zakat secara mendalam, melainkan mempertanyakan satu hal yang lebih sederhana: etika dalam berbicara.

Baca Juga :  Cari Dalang Dibalik Korupsi Peta Desa, Kejari Lahat Geledah DPMDes Lahat

Sebab bagi banyak orang, perbedaan pendapat antara pejabat daerah dan lembaga keagamaan bukanlah hal aneh. Yang menjadi soal adalah ketika perbedaan itu terasa seperti pelajaran sepihak di depan kamera.

“Kalau berbeda pendapat boleh saja, tapi jangan sampai terkesan merendahkan. Sekda itu pimpinan tertinggi ASN di daerah,” tulis seorang netizen, yang barangkali tidak sedang ingin belajar fiqih, melainkan sekadar mengingatkan soal tata krama.

Di tengah polemik itu, satu kalimat dari video tersebut menjadi sorotan:

“Makanya dipahami dulu pak Sekda itu, jangan asal-asal mengeluarkan statmen. Supaya tidak ada kisruh antara pemerintah daerah dengan Baznas.”

Kalimat yang mungkin dimaksudkan sebagai klarifikasi itu justru terdengar seperti teguran terbuka. Dan publik, seperti biasa, lebih cepat menangkap nada daripada maksud.

Baca Juga :  Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah

Ironinya terasa semakin kental karena lembaga yang sedang dipersoalkan adalah BAZNAS—sebuah institusi yang mengelola dana umat dan sering berbicara tentang nilai kepedulian, keteladanan, serta akhlak.

Maka wajar jika sebagian orang mulai bertanya dengan nada satir:

apakah kebijaksanaan juga termasuk dalam kategori zakat yang perlu ditunaikan?

Sebab dalam urusan publik, sering kali bukan isi yang membuat orang tersinggung. Nada lah yang membuat semuanya terdengar lebih tajam dari seharusnya.

Kini bola panas ada di tangan pimpinan BAZNAS Lahat. Ia bisa saja memilih menjelaskan persoalan ini dengan kepala dingin. Atau membiarkan video itu terus beredar, hidup di antara ribuan komentar yang semakin hari semakin kreatif dalam menyindir.

Di dunia media sosial, satu hal sudah lama terbukti:

netizen mungkin bukan ahli zakat, tetapi mereka sangat ahli membaca nada.

Berita Terkait

Overpass Batu Bara Dibangun di Lahat, Warga Menanti Manfaat Nyata
Masjid Delima Diresmikan, Ikhtiar Toni Tatung Hadirkan Rumah Ibadah dan Amal Jariyah bagi Umat
RKA PERUBAHAN LAHAT TERJERAT KELALAIAN: NOPRAN MARJANI DESAK TIM RKAD DICOPOT, OPD YANG BEKERJA JANGAN DIJADIKAN KORBAN!
KASUS PEMBUNUHAN IBU KANDUNG DI LAHAT: JPU Haikal Hafidh S.H., M.H., AJUKAN TUNTUTAN PIDANA MATI
Rompi, Surat Tugas, “Investigasi”, Lalu Apa? Ketua GNPK RI Sumsel Sentil LSM yang Datangi Proyek APBD Lahat
Obstruction of Justice Internet Desa Masuk Pengadilan, Kejari Muba Dalami Aset Pemda hingga Hibah Porprov
Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”
El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan
Mengurus zakat umat memang pekerjaan mulia, tetapi menjaga cara berbicara agar tetap rendah hati barangkali jauh lebih mulia

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Overpass Batu Bara Dibangun di Lahat, Warga Menanti Manfaat Nyata

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Masjid Delima Diresmikan, Ikhtiar Toni Tatung Hadirkan Rumah Ibadah dan Amal Jariyah bagi Umat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

RKA PERUBAHAN LAHAT TERJERAT KELALAIAN: NOPRAN MARJANI DESAK TIM RKAD DICOPOT, OPD YANG BEKERJA JANGAN DIJADIKAN KORBAN!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

KASUS PEMBUNUHAN IBU KANDUNG DI LAHAT: JPU Haikal Hafidh S.H., M.H., AJUKAN TUNTUTAN PIDANA MATI

Jumat, 11 September 2026 - 09:43 WIB

Obstruction of Justice Internet Desa Masuk Pengadilan, Kejari Muba Dalami Aset Pemda hingga Hibah Porprov

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”

Kamis, 3 September 2026 - 15:18 WIB

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:26 WIB

M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Berita Terbaru

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru Dibincangi Awak Media

Breaking news

Overpass Batu Bara Dibangun di Lahat, Warga Menanti Manfaat Nyata

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:08 WIB