Di Depan Pengurus SMSI Lahat, Bursah Tegaskan: Pers Harus Cover Both Side
Idealis.co.id, Lahat – Malam di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lahat, Jumat (13/03/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lahat periode 2026–2029 dengan Bupati Lahat Bursah Zarnubi.
Pertemuan itu berubah menjadi ruang kritik terbuka tentang marwah profesi wartawan di tengah maraknya konten viral yang kerap mengabaikan kaidah jurnalistik.
Di hadapan jajaran pengurus SMSI Lahat, Bursah menyampaikan pesan yang cukup tajam. Ia mengingatkan bahwa wartawan sejati tidak diukur dari seberapa “tebal dompetnya”, melainkan seberapa kuat ia bekerja di lapangan menggali fakta.
“Wartawan yang benar itu hak sepatunya yang miring, bukan dompet di belakang yang tebal,” ujar Bursah, kalimat yang langsung menyita perhatian para jurnalis yang hadir.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Bursah menilai saat ini banyak pihak yang menyiarkan suatu peristiwa hanya demi viralitas tanpa menjalankan proses jurnalistik yang benar.
“Sekarang banyak orang menyiarkan kejadian lalu langsung diviralkan tanpa proses jurnalistik. Ini membuat orang takut dan bisa merusak profesi wartawan,” tegasnya.
Menurut Bursah, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Karena itu ia menekankan pentingnya prinsip cover both side dalam setiap karya jurnalistik.
“Saya sering mendapat informasi, baik soal korupsi maupun persoalan lainnya dari berita. Tapi saya ingatkan, buatlah berita yang berimbang. Rakyat punya hak mendapatkan fakta yang sebenarnya,” katanya.
Pertemuan tersebut sendiri diawali dengan audiensi pengurus SMSI Lahat yang dipimpin Ketua Muchtarim untuk memperkenalkan susunan kepengurusan organisasi yang baru terbentuk.
Dalam kesempatan itu, Muchtarim juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat SMSI Lahat akan menggelar pelantikan kepengurusan periode 2026–2029. Ia berharap Bupati Lahat dapat hadir langsung dalam agenda tersebut.
“Kami sengaja beraudiensi malam ini selain bersilaturahmi juga memperkenalkan kepengurusan SMSI Lahat. Kami berharap Pak Bupati dapat hadir dalam pelantikan nanti,” ujar Muchtarim.
Audiensi malam itu juga diwarnai suasana nostalgia ketika Bursah menyebut nama Bakrun Satia Darma, penasehat SMSI Lahat, sebagai sahabat lamanya.
“Saya senang malam ini bisa bertemu sahabat lama saya, Bakrun Satia Darma. Kehadiran kawan-kawan media ini tentu menjadi hal yang baik untuk membangun komunikasi,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Bursah menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan media sebagai mitra sekaligus pengontrol kebijakan publik.
“Pers itu pilar demokrasi. Saya perlu kritik dari kawan-kawan. Tapi ingat, dalam membuat berita jangan lupa 5W+1H,” tutupnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi media tersebut, Bursah memastikan dirinya akan hadir langsung pada pelantikan SMSI Kabupaten Lahat periode 2026–2029.
Namun pesan paling kuat dari malam itu tetap satu: di tengah era viral dan konten instan, wartawan dituntut tetap setia pada fakta—bukan pada sensasi.









