Idealis.co.id — Siang itu, Kamis, (02.04.2026) pukul 15.30 WIB, Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat dipenuhi wajah-wajah yang datang dari latar berbeda: pejabat, insan pers, tokoh masyarakat, hingga perwakilan desa. Mereka duduk dalam satu tempat, bukan sekadar untuk menyaksikan pelantikan, tetapi membawa satu harapan yang sama—Lahat yang terus bergerak maju.
Di tengah suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, nama Muchtarim resmi dilantik sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lahat periode 2026–2029.
Namun lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, momen itu terasa seperti titik temu: antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Saat berdiri di podium, Muchtarim tak hanya menyampaikan ucapan terima kasih. Ia menyampaikan sebuah komitmen—bahwa SMSI Lahat ingin menjadi bagian dari solusi.
“Kami siap bersinergi dalam pembangunan Kabupaten Lahat,” ucapnya.
Kalimat itu sederhana, tapi memiliki makna yang dalam. Sebab di daerah seperti Lahat, pembangunan bukan hanya soal program dan anggaran. Ia juga tentang bagaimana informasi disampaikan dengan benar, bagaimana kritik diberikan dengan bijak, dan bagaimana kepercayaan publik dijaga bersama.
Di sudut lokasi pelantikan, terlihat para kepala desa yang hadir. Mereka adalah wajah nyata dari pembangunan di tingkat paling bawah. Di sisi lain, jajaran pemerintah daerah hadir sebagai pengambil kebijakan. Dan di antara keduanya, berdiri media—yang menjadi jembatan informasi.
Dewan Penasehat SMSI Sumsel, Octaf Riadi, sempat mengingatkan pentingnya kolaborasi yang sehat. Bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi hasil kerja bersama.
Pesan serupa juga disampaikan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.
“Media harus menyampaikan informasi berdasarkan fakta,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan. Di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat, namun tidak semuanya benar. Di sinilah media profesional diuji—bukan hanya untuk cepat, tapi juga untuk akurat dan bertanggung jawab.
Pelantikan SMSI Lahat hari itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan program.
Media membutuhkan pemerintah untuk akses informasi. Dan masyarakat membutuhkan keduanya untuk memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada kepentingan bersama.
Di luar gedung, kehidupan masyarakat Lahat terus berjalan—jalan desa yang harus diperbaiki, ekonomi yang harus tumbuh, dan harapan yang terus dijaga. Dan mungkin, dari sinergi kecil yang dimulai di dalam pendopo hari ini, akan lahir langkah-langkah besar untuk masa depan Kabupaten Lahat.
Karena pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang siapa yang bekerja, tetapi tentang siapa yang mau berjalan bersama.









