Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idealis.co.id – Persidangan perkara dugaan illegal drilling di Pengadilan Negeri Lahat justru menempatkan terdakwa, Khairul Anwar alias Elong, dalam posisi sulit. Pengakuannya sendiri di ruang sidang menjadi titik yang memperkuat dugaan pelanggaran hukum.

 

Dalam sidang Kamis (09/04/2026), Khairul Anwar mengakui melakukan pengeboran di lahan milik Sujarwanto dengan alasan mendeteksi kandungan minyak. Namun, pernyataan itu berbalik arah ketika ia membandingkan kegiatannya dengan praktik serupa di tempat lain.

 

“Itu tidak bisa dijadikan acuan,” tegas hakim.

Baca Juga :  Tiga Advokad Muda Kabupaten Lahat Pra Pradilkan Kejagung RI, Kajati Sumsel, Kajari Beserta Kasi Tipidum Kejari Lahat

 

Alih-alih menjadi pembelaan, pernyataan tersebut justru memperlihatkan bahwa terdakwa mengetahui adanya praktik yang melanggar, tetapi tetap memilih untuk melakukannya.

 

Keterangan saksi Rahmat Sumantri menguatkan aktivitas tersebut. Ia melihat langsung kedatangan alat sejak 11 November 2025, mengenali peralatan pengeboran, dan menyebut terdakwa berperan mengawasi di lokasi.

 

Aktivitas pengeboran dilakukan dengan metode teknis menggunakan air yang dimasukkan ke dalam pipa, lalu keluar kembali bercampur tanah.

 

Kegiatan itu dihentikan pada 21 November setelah pihak perusahaan dan aparat kepolisian datang ke lokasi.

Baca Juga :  Posyandu Fiktif Giring Mantan Kades Perangai Lahat Ke Penjara

 

Sementara itu, saksi Suwarno mengaku tidak mengetahui aktivitas tersebut, namun menegaskan ia tidak pernah ada mendengar atau proses pembebasan lahan—yang lazim dalam kegiatan resmi dalam hal pengeboran minyak.

 

Hingga persidangan berlangsung, tidak ditemukan adanya izin atau dasar hukum yang melegitimasi aktivitas tersebut. Fakta ini mempertegas bahwa perkara tidak hanya soal ada atau tidaknya minyak, tetapi tentang tindakan yang dilakukan dengan kesadaran, yang kini berbalik menjadi konsekuensi hukum.

Berita Terkait

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan
M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya
Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar
Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar
Bupati Lahat Pastikan Proyek Puskesmas Pagar Gunung Sudah Diaudit BPK, Temuan Rp21 Juta Telah Dikembalikan
Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:18 WIB

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:26 WIB

M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Dari Tebat Mbahangan, Bursah Merancang Ikon Agrowisata Baru Lahat: 500 Ribu Benih Ikan Siap Ditebar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Bupati Lahat Pastikan Proyek Puskesmas Pagar Gunung Sudah Diaudit BPK, Temuan Rp21 Juta Telah Dikembalikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Berita Terbaru