Berhasil Diringkus, Motif UN Bunuh Istri Karena Ditampar

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2020 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAHAT, Detiksriwijaya – Satreskrim Polres Lahat bersama unit reskrim Polsek Kota Lahat berhasil melakukan ungkap kasus tindak pidana pembunuhan di depan kantor kecamatan gumay talang, Kabupaten Lahat yang terjadi beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 29 Mei 2020 dengan korban perempuan bernama Yunita (40) warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Tersangka atas tindak pidana pembunuhan tersebut berinisal UN, berhasil ditangkap dinihari Rabu, (26.08.2020) sekira pukul 04.00 Wib. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur (ditembak) karena berusaha melakukan perlawanan saat akan diamankan.

Perbuatan keji tersangka dilakukan karena motif kesal dan emosi terhadap korban, sebelum pembunuhan terjadi cek-cok antara keduanya. Pada saat adu mulut korban menampar tersangka, hingga membuat tersangka emosi langsung menghunuskan senjata tajam yang memang sudah dibawa tersangka ke arah korban.

Ditengah kerasukan setan, tersangka menghujamkan berulang kali sajam ke tubuh korban sehingga membuat korban jatuh tersungkur ke tanah. Melihat korban ambruk ke tanah, pelaku meninggalkan begitu saja korban yang sudah tak bernyawa.

Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara sesuai dengan pasal 338 KUHP.

Baca Juga :  KAMTIBMAS WILAYAH POLSEK PULAU PINANG AMAN DAN KONDUSIF

Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK didampingi Kasatreskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Barmawi SIK dalam press conference menjelaskan, pembunuhan tersebut memang tidak direncanakan namun perbuatan spontan penusukan yang dilakukan tersangka karena tersangka dalam kesehariannya selalu membawa senjata tajam.

“Sajam yang digunakan pelaku diambil dari dalam tas pelaku karena cek-cok dan korban memukul (menampar) tersangka, hingga tersangka emosi dan spontan menusuk korban,” Sampainya.

Lanjut Kapolres, selama dalam pelarian tersangka menetap di Dusun Napal Melintang, Kecamatan Selangit, Kota Lubuk Linggau dan bekerja sebagai petani di kebun milik sahabat tersangka. Antara tersangka dan korban merupakan pernikahan suami istri yang tidak sah secara hukum (nikah sirih), dan atas perbuatannya, tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Mereka pasangan suami istri namun tidak sah sesuai aturan hukum (nikah sirih), tersangka selama dalam pelarian menetap di Dusun Napal Melintang (TKP penangkapan) Kota Lubuk Linggau. Hasil visum ada 15 luka, delapan luka tusuk dan tujuh luka sayatan. Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan pidana penjara 15 tahun, ” terangnya.

Baca Juga :  Persembahan Callista Hotel Di Bulan Ramadhan Bagi Pengunjung Setia

Tersangka UN yang sempat diminta keterangan menjelaskan, dirinya melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban karena korban menampar dia saat cek-cok terjadi. Dituturkannya, korban memaksa meminta STNK kendaraan bermotor miliknya hingga akhirnya berujung pada pembunuhan.

“Aku awalnyo kesal samo dio karno kato kawan aku dio (korban) masih galak ke cafe hello kitty, aku jemput dan aku ajak balek dio dak galak. Kami ribut cek-cok mulut, pas lagi ribut dio minta STNK motor aku, aku dak galak dio langsung nampar aku itulah laju tejadi aku tujah dio,” kata UN.

Dikatan UN dirinya tidak ada niat untuk membunuh, pisau yang dirinya bawa memang sering dibawa di dalam tas miliknya kemana saja. UN mengaku menyesal telah melakukan tindakan tersebut.

“Pisau memang selalu aku bawa, aku waktu itu emosi nian, laju aku ambek pisau dan aku tujahke samo dio. Aku belari ke arah Linggau dan bekebun di tanah punyo kawan,” ungkapnya lirih sembari menahan sakit luka tembaknya.

Berita Terkait

Overpass Batu Bara Dibangun di Lahat, Warga Menanti Manfaat Nyata
Masjid Delima Diresmikan, Ikhtiar Toni Tatung Hadirkan Rumah Ibadah dan Amal Jariyah bagi Umat
RKA PERUBAHAN LAHAT TERJERAT KELALAIAN: NOPRAN MARJANI DESAK TIM RKAD DICOPOT, OPD YANG BEKERJA JANGAN DIJADIKAN KORBAN!
KASUS PEMBUNUHAN IBU KANDUNG DI LAHAT: JPU Haikal Hafidh S.H., M.H., AJUKAN TUNTUTAN PIDANA MATI
Rompi, Surat Tugas, “Investigasi”, Lalu Apa? Ketua GNPK RI Sumsel Sentil LSM yang Datangi Proyek APBD Lahat
Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”
El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan
M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Overpass Batu Bara Dibangun di Lahat, Warga Menanti Manfaat Nyata

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Masjid Delima Diresmikan, Ikhtiar Toni Tatung Hadirkan Rumah Ibadah dan Amal Jariyah bagi Umat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

RKA PERUBAHAN LAHAT TERJERAT KELALAIAN: NOPRAN MARJANI DESAK TIM RKAD DICOPOT, OPD YANG BEKERJA JANGAN DIJADIKAN KORBAN!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

KASUS PEMBUNUHAN IBU KANDUNG DI LAHAT: JPU Haikal Hafidh S.H., M.H., AJUKAN TUNTUTAN PIDANA MATI

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Namanya Disebut Terkait Kebakaran Lahan Ulak Lebar, Fiji: “Tuduhan Itu Tidak Benar”

Kamis, 3 September 2026 - 15:18 WIB

El Niño Mengintai Lahat, DPRD Marwan Ardiansyah S.E., M.Si., Desak Pemkab Jangan Tunggu Warga Kehausan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:26 WIB

M. Dzaky Alvaro, Putra Pegawai Kejari Lahat, Antarkan SMAN 4 Lahat Juara 1 LCC Museum Sriwijaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Datun Kejari Lahat Bergerak! Ahmad Muzayyin Pimpin Misi Pulihkan Kerugian Daerah Rp2,18 Miliar

Berita Terbaru

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru Dibincangi Awak Media

Breaking news

Overpass Batu Bara Dibangun di Lahat, Warga Menanti Manfaat Nyata

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:08 WIB