Menjaga Lapas Tetap Bersih: Tes Urine sebagai Komitmen Integritas di Lapas Kelas IIA Lahat

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pagi itu, Rabu 7 Januari 2026, suasana di Lapas Kelas IIA Lahat tampak berbeda dari biasanya. Aktivitas berjalan lebih tertib dan terukur. Sejumlah pegawai dan narapidana mengikuti satu kegiatan penting yang menjadi simbol keseriusan lembaga pemasyarakatan dalam menjaga marwah institusi: tes urine.

 

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif. Tes urine yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIA Lahat merupakan tindak lanjut dari instruksi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan. Lebih dari itu, langkah ini mencerminkan komitmen kuat untuk memastikan bahwa tembok pemasyarakatan benar-benar steril dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

 

Satu per satu, pegawai dan warga binaan menjalani pemeriksaan dengan prosedur yang ketat. Proses berlangsung objektif dan transparan, di bawah pengawasan langsung pejabat struktural. Tidak ada pengecualian. Semua diperlakukan sama, sebuah pesan tegas bahwa integritas tidak mengenal jabatan maupun status.

 

Baca Juga :  Razia Gabungan Lapas Kelas II A Lahat Amankan Berbagai Barang Bukti, Sangsi Berat Bakal Diberlakukan Bagi Warga Binaan

Bagi Lapas Kelas IIA Lahat, tes urine adalah bagian dari upaya deteksi dini. Lingkungan pemasyarakatan, dengan segala kompleksitasnya, menuntut pengawasan ekstra. Ketegasan menjadi kunci untuk mencegah potensi penyimpangan sejak awal, sekaligus membangun budaya disiplin yang berkelanjutan.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Resa mediansyah purnama menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata pengawasan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan hanya bisa dijaga jika seluruh jajaran dan warga binaan berkomitmen pada aturan yang sama.

 

“Tes urine ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan Lapas tetap bersih dari narkotika. Kami ingin menciptakan lingkungan kerja dan pembinaan yang aman, sehat, serta berintegritas,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Ketegasan terhadap narkoba, kata dia, tidak bisa bersifat insidental. Harus konsisten dan berkelanjutan, sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal dan pembinaan yang bermartabat.

Baca Juga :  Limbah Batu Bara Milik PT BGG Rusak Ladang Pertanian Karet

 

Di balik proses pemeriksaan tersebut, terselip pesan edukatif bagi warga binaan. Bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya soal menjalani masa pidana, tetapi juga membangun kesadaran untuk hidup lebih sehat dan taat aturan. Lingkungan yang bersih dari narkoba menjadi fondasi penting bagi proses perubahan itu.

 

Hasil tes urine nantinya akan dilaporkan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. Namun bagi Lapas Kelas IIA Lahat, makna kegiatan ini jauh melampaui angka dan laporan. Ini adalah penegasan sikap: tidak ada ruang bagi narkotika di balik jeruji.

 

Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, Lapas Kelas IIA Lahat terus berupaya membuktikan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang dijaga dengan integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terbaru