Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idealis.co.id — Sebuah tragedi yang sulit diterima akal sehat mengguncang Kabupaten Lahat. Seorang anak tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, memutilasi jasadnya, lalu berusaha mengubur jejak kejahatan itu dalam diam.

 

Korban, S.A (63), bukan ditemukan begitu saja. Ia “menghilang” selama hampir sepekan—seolah lenyap tanpa jejak—hingga akhirnya kecurigaan keluarga membuka pintu menuju kenyataan yang jauh lebih mengerikan.

 

Semua bermula dari informasi warga tentang aktivitas mencurigakan: penggalian tanah di kebun milik korban, yang disebut-sebut dilakukan atas permintaan seseorang. Nama itu kemudian mengarah pada A.F—yang tak lain adalah anak kandung korban sendiri.

 

Saat tanah yang baru ditimbun itu dibongkar ulang, tak ada lagi ruang untuk menyangkal.

Tiga karung plastik berisi potongan tubuh manusia ditemukan.

 

Bukan sekadar pembunuhan. Ini adalah upaya menghapus jejak dengan cara yang dingin dan terencana.

 

Pelaku sempat melarikan diri. Namun pelariannya tak berlangsung lama. Tim Jagal Bandit Polres Lahat bergerak cepat dan berhasil meringkus A.F, mengakhiri pelarian sekaligus membuka fakta yang lebih mencengangkan.

Baca Juga :  Sedang Asyik Merakit Bong, Siska Diringkus Team Walet

 

Dari hasil pemeriksaan awal, motif yang terungkap bukan soal dendam lama atau konflik keluarga klasik. Ini soal candu.

Pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya sendiri karena terjerat judi online jenis slot—sebuah kebiasaan yang awalnya dianggap hiburan, namun perlahan berubah menjadi jerat yang menghancurkan.

 

Tekanan ekonomi, kekalahan beruntun, dan ketergantungan yang tak terkendali disebut menjadi pemicu. Dalam kondisi terdesak, akal sehat runtuh—dan yang menjadi korban adalah orang yang paling dekat: ibunya sendiri.

 

Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, SIK., MIK, melalui jajaran Humas memastikan pelaku telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim.

 

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses pendalaman,” demikian keterangan kepolisian.

 

Namun kasus ini tidak berhenti pada satu pelaku.

Tragedi ini menampar lebih luas:

bagaimana judi online—khususnya slot—telah menyusup hingga ke ruang keluarga, merusak dari dalam, dan dalam kasus ekstrem, berujung pada hilangnya nyawa.

Baca Juga :  PT SERD Sebar Karyawan Positif C-19 Di Hotel, Permohonan Maaf Kedua Untuk Satgas Lahat

 

Di banyak sudut Sumatera Selatan, fenomena ini bukan lagi rahasia. Dari warung kopi hingga layar ponsel pribadi, slot online menjalar tanpa kontrol yang nyata. Uang habis, utang menumpuk, emosi meledak—dan sering kali, semua itu terjadi dalam diam.

 

Kasus di Lahat ini menjadi salah satu wajah paling brutal dari dampak tersebut.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Lahat untuk proses autopsi. Sementara itu, penyidik terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain, termasuk menelusuri jejak aktivitas pelaku sebelum kejadian.

 

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tetap menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

 

Namun satu hal sulit dibantah:

ini bukan sekadar kasus kriminal.

Ini adalah alarm keras—bahwa ketika candu dibiarkan tumbuh tanpa kendali, yang hancur bukan hanya pelakunya, tapi juga keluarga, bahkan nyawa.

 

Di Lahat, seorang ibu telah menjadi korban.

Dan di baliknya, ada pertanyaan yang belum selesai: berapa banyak lagi yang harus jatuh sebelum ini benar-benar dianggap darurat?

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terbaru