Bursah ‘Semprot’ Pengawasan, Kadis Perikanan Membantah Keras Proyek Gagal

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idealis.co.id — Ketegangan di lingkaran Pemerintah Kabupaten Lahat pecah ke permukaan. Bursah Zarnubi secara terbuka “menyemprot” lemahnya pengawasan proyek tebat di Desa Penandingan, sementara Maruli membalas dengan bantahan keras: semua prosedur disebut sudah dijalankan maksimal.

Dua pernyataan ini bukan lagi sekadar beda sudut pandang—melainkan saling menegasikan.
Bursah menegaskan, kegagalan proyek Rp6,2 miliar itu adalah bukti nyata pengawasan yang tidak berjalan. Ia menyiratkan adanya kelalaian serius dalam pengendalian sejak awal.

“Kalau pengawasan berjalan optimal, kondisi seperti ini tidak akan terjadi,” tegasnya, memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres di level pelaksana.

Namun Maruli tidak tinggal diam. Ia menolak keras tudingan tersebut dan justru mengungkap bahwa pengawasan dilakukan ketat, bahkan berlapis, dengan melibatkan konsultan hingga pendampingan dari Kejaksaan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Siap Undur Diri Dari Pemuda Pancasila, 2900 Anggota Pemegang KTA Siap Menangkan BZ-WIN

“Semua tahapan sudah kami jalankan. Monitoring berkali-kali, evaluasi rutin, sampai tiga kali show cause meeting,” tegasnya.

Fakta di lapangan justru memperkeruh keadaan. Proyek tersebut hanya mampu mencapai progres sekitar 66 persen sebelum akhirnya kontrak dengan CV Dewa Elang Perkasa diputus pada 30 Desember 2025.

Di sinilah konflik mengeras.
Bursah melihat kegagalan itu sebagai akibat lemahnya pengawasan. Sebaliknya, Maruli mengalihkan sumber masalah ke penyedia jasa yang dinilai tidak mampu mengejar target meski sudah diberi peringatan berulang.

“Peringatan sudah dari awal sampai akhir. Tapi kinerja penyedia memang tidak sanggup,” ujarnya.

Perdebatan bahkan melebar ke soal istilah. Bursah menyebut kondisi proyek sebagai “mangkrak”, sementara Maruli menolak mentah-mentah istilah tersebut.

Baca Juga :  Stakeholder Meeting PT SERD Tampung Usulan Program CSR Tahun 2023 Untuk Muara Enim, Lahat Dan Pagaralam

“Belum selesai, jadi tidak bisa disebut mangkrak,” katanya.

Di tengah saling bantah ini, pemerintah daerah telah mencairkan jaminan pelaksanaan 5 persen dan tengah memproses blacklist terhadap kontraktor. Sisa pekerjaan 34 persen pun akan kembali dilelang pada 2026 dengan tambahan anggaran menjadi Rp3,8 miliar.

Namun bagi publik, persoalan tidak berhenti pada angka dan prosedur.

Ketika kepala daerah menyebut pengawasan gagal, sementara OPD teknis bersikukuh semuanya sudah berjalan maksimal, pertanyaan besarnya menjadi semakin tajam:
apakah ini murni kegagalan kontraktor—atau ada yang sedang saling cuci tangan di balik proyek yang belum tuntas ini?

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terbaru