Program 100 Kerja,Pintu Masuk Empat Lawang Harus Aman

- Jurnalis

Senin, 5 November 2018 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EMPAT LAWANG, DETIKSRIWIJAYA.COM –Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad kembali menegaskan, program 100 hari kerjanya, pintu masuk Empat Lawang harus aman.

Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, belum lama ini.

“Program kita 100 hari kerja pintu masuk Empat Lawang harus aman. Dan kami akan tunjukan, sesuai janji kamlanye enam (6) bulan kami jadi Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang aman,” kata Joncik kemarin.

Dilanjutkan Joncik, pihaknya sudah mengetaui penyebab kenapa Kabupaten Empat Lawang ini tidak aman, yaitu salah satunya beredarnya motor bodong di bumi saling keruani sangi kerawati ini.

Baca Juga :  Workshop PT. SMS Dibakar Kapolres Lahat Bantu Olah TKP

“Makanya motor bodong kita berantas, tidak ada tempat motor bodong di Empat Lawang, tidak ada tempat bagi bandit di Empat Lawang ini,” tegasnya.

Dirinya lanjut Joncik, sudah menyampaikan kepada Kapolres Empat Lawang, agar tidak usah takut dalam memberikan tindak yang tegas, bagi siapa saja yang menyalahi aturan.

Baca Juga :  Bersisa Baju Di Badan, Korban Kebakaran Desa Simpur Berharap Bantuan Seragam Dan Alat Sekolah

“Saya sudah sampaikan ke pak Kapolres tidak usah takut, siapapun itu kalau dia berbuat salah tangkap,” jelasnya.

Dirinya sambung Joncik, akan selalu berada ditengah-tengah masyarakat Empat Lawang. Supaya masyarakat merasakan adanya pemimpin ditengah-tengah mereka.

“Saya akan berusaha selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Kalau bukan ada keperluan Dinas saya selalu ada di Empat Lawang, supaya masyarakat merasa ada pemimpin ditengah-tengah mereka,” pungkasnya (Fau/Ch).

Berita Terkait

Dinas Disorot, Maruli: Perhatian Bupati Jadi Energi Perbaikan
Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah
Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri
Di Tengah Seruan Efisiensi, PDAM Lahat Malah ‘Piknik’ ke Bogor: Uang Rakyat Dipakai untuk Apa?
Lapak Liar Dibiarkan, Negara Kalah di Bahu Jalan: Warga Tagih Nyali Satpol PP dan Dishub
Birokrasi Lahat, Antara Loyalitas atau Kompetensi? Jangan-Jangan Kursi OPD Hanya Milik “Orang Dekat”
Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral
Isu “Pesanan” di Balik Kursi Panas Dinas Pendidikan Lahat: Generasi Dipertaruhkan, Bukan Sekadar Jabatan

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 16:13 WIB

Dinas Disorot, Maruli: Perhatian Bupati Jadi Energi Perbaikan

Kamis, 9 April 2026 - 19:20 WIB

Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah

Rabu, 8 April 2026 - 10:50 WIB

Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri

Minggu, 5 April 2026 - 09:41 WIB

Di Tengah Seruan Efisiensi, PDAM Lahat Malah ‘Piknik’ ke Bogor: Uang Rakyat Dipakai untuk Apa?

Sabtu, 4 April 2026 - 16:46 WIB

Lapak Liar Dibiarkan, Negara Kalah di Bahu Jalan: Warga Tagih Nyali Satpol PP dan Dishub

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:43 WIB

Birokrasi Lahat, Antara Loyalitas atau Kompetensi? Jangan-Jangan Kursi OPD Hanya Milik “Orang Dekat”

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:57 WIB

Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:43 WIB

Isu “Pesanan” di Balik Kursi Panas Dinas Pendidikan Lahat: Generasi Dipertaruhkan, Bukan Sekadar Jabatan

Berita Terbaru