DIDUGA DARI PT. GGB LUMPUR TEBAL MASUK RUMAH WARGA JUGA RUSAK PERSAWAHAN

- Jurnalis

Rabu, 18 Desember 2019 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAHAT, Detiksriwijaya – Lumpur tebal bercampur limbah batu bara yang diduga berasal dari PT. Golden Great Borneo (PT. GGB, red) salah satu perusahaan tambang batu bara yang berada di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat masuk ke rumah warga.

Tersuplainya lumpur tebal yang hampir setinggi mata kaki orang dewasa ini, juga merupakan pengaruh dari tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten yang berjuluk Bumi Seganti Setungguan ini.

Selain rumah warga, areal persawahan warga Desa Arahan juga menerima suplai lumpur lebih banyak dari perusahaan yang diduga kuat berasal dari PT. GGB.

“Sawah saya terendam lumpur Batubara. Sawah itu sudah siap untuk ditanami, selama ini tidak pernah kena banjir lumpur tambang batubara. Saya berharap ada solusi dari tambang batubara yang mengalirkan lumpur ini,” kata Sulas (50) warga setempat yang sempat dibincangi awak media. Rabu, (18.12.2019).

Baca Juga :  Daun Seberat 35,1 Gram Antar Amrullah Billy Ke Balik Jeruji Besi

Banjir lumpur yang masuk ke dalam rumah warga lainnya juga telah merusak perabotan elektronik dan furnitur. Kurang cepat tanggap serta diduga acuh terkait masalah yang terjadi, membuat warga nampak emosi dan berang.

“Kursi meja dan barang elektronik milik saya rusak semua pak karena terendam banjir lumpur, dimana pihak perusahaan, mereka semua dia. Lagi lagi kami yang jadi korban,” katanya berang sambil membersihkan sisa lumpur yang masuk kerumah.

Baca Juga :  IKesT Muhammadiyah Palembang Salurkan Sembako Dan Uang Tunai Pada Korban Kebakaran Lahat

Syam Adim selaku Kadiv Humas PT. GGB melalui Humas Ahmad Padila menyampaikan. Pihaknya telah melakukan investigasi dan penelusuran aliran lumpur yang masuk kerumah warga. 

Dilanjutkannya, investigasi tersebut mengundang beberapa perwakilan diantaranya Yulianto (Babinsa), Okta dan Hafiz (BPD), Herwandi (Kadus Arahan)Didampingi Suryanto (Warga Arahan) dan Pungut beserta Achmad dari PT GGB ( golden great borneo).

“Ada dua aliran air yang menjadi satu mengarah kepemukiman warga, yakni melalui Sungai Gegas. Dugaan sementara aliran lumpur itu dari PT. GGB, area tersebut memang masuk IUP PT. GGB yang belum ada aktivitasnya,” terangnya.

Berita Terkait

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri
Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah
Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program
PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:06 WIB

Dari Belitang untuk Lahat: Pelatihan Perikanan yang Berujung pada Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:18 WIB

Dinas Perikanan Lahat Perkuat BBI Kota Agung dan SDM Pembudidaya, Dorong Kemandirian Perikanan Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dinas Perikanan Lahat Bantah Mentah-mentah Isu Pengadaan Fiktif, Sebut Kontraktor Telat Bangun Kolam Jadi Pangkal Kekisruhan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

Datun Kejari Lahat Selamatkan Uang Rakyat Rp1,6 Miliar, Pemkab Lahat Beri Apresiasi Tinggi

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Berita Terbaru