Counter The Plaza Pagaralam Dihancurkan Lelaki Bertopeng

- Jurnalis

Rabu, 3 April 2019 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagaralam, Detiksriwijaya – Salah satu Counter Handphone The Plaza Celluler atau yang dikenal dengan nama lain Conter Beng Beng, yang beralamat di samping Apotik Al-fath tepatnya di Jalan Ali Maras, Kota Pagaralam (Depan Masjid Agung) sekira pukul 20.15 WIB di rusak orang tidak dikenal. Rabu, (03/04/2019).

Informasi menyebutkan, saat kejadian karyawan yang berada di lantai satu langsung berhamburan menyelamatkan diri karena lelaki tak dikenal dengan memakai penutup wajah (topeng, red) langsung membabi buta menghancurkan etalase conter dengan sebuah palu.

Baca Juga :  Giat 21 Dalam Rangka Sukseskan Milenial Road Safety

Fitri (36) pemilik Counter Hp mengatakan pada saat kejadian dirinya skeluarga berada di lantai dua, kemudian mendengar ada suara kaca pecah dari bawah dan spontan kita terkejut mendengar suara tersebut.

“Aku denger ado suaro kaco pecah, seluruh karyawan yang di bawah tiba tiba naik ke atas serta berteriak. Uji karyawan ado orang yang memakai topeng memecahkan kaca etalase dengan memggunakan tukul,” terang Fitri.

Usai melakukan aksinya pelaku menghilang bak ditelan bumi, saat dilakukan pengecekan tidak ada barang berharga yang hilang. Namun dijelaskan Fitri bahwa yang hilang kemungkinan dibawa si lelaki misterius tersebut yakni satu kotak HP kosong.

Baca Juga :  Liverpool FC VS Arsenal FC, Nobar Gratis Kedua Di Callista Hotel

“Handphone tidak ada yang hilang, cuma kotak hp tanpa ado hp nyo yang kemungkinan dibawa kabur yang ngancurke kaco etalase counter kami,” kata Fitri.

Sementara Kapolsek Pagaralam Utara AKP Herry Widodo sesaat usai kejadian sudah berada di lokasi belum bisa memberikan keterangan perihal kejadian dimaksud.
“Nanti ya kita belum bisa memberikan keterangan, kita akan melakukan penyelidikan terkait kejadian ini,” Ujarnya singkat. Ds02.

Berita Terkait

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah
Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri
Lapak Liar Dibiarkan, Negara Kalah di Bahu Jalan: Warga Tagih Nyali Satpol PP dan Dishub
Gas Subsidi Diduga ‘Dibajak’ Oknum, Harga di Kikim Selatan Tembus Rp60 Ribu
“Masak Hajatan Enak Itu Mahal?” Salah. Ini Buktinya dari Desa Gunung Agung
Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Kamis, 9 April 2026 - 19:20 WIB

Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah

Rabu, 8 April 2026 - 10:50 WIB

Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri

Sabtu, 4 April 2026 - 16:46 WIB

Lapak Liar Dibiarkan, Negara Kalah di Bahu Jalan: Warga Tagih Nyali Satpol PP dan Dishub

Sabtu, 4 April 2026 - 13:33 WIB

Gas Subsidi Diduga ‘Dibajak’ Oknum, Harga di Kikim Selatan Tembus Rp60 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:33 WIB

“Masak Hajatan Enak Itu Mahal?” Salah. Ini Buktinya dari Desa Gunung Agung

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:57 WIB

Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral

Berita Terbaru