PT. Bukit Asam Luncurkan Tiga Buku Di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74 Tahun

- Jurnalis

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARA ENIM, Detiksriwijaya – Bukit Asam Luncurkan Tiga Buku di Hari Kemerdekaan Indonesia Bertepatan dengan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bukit Asam Tbk meluncurkan tiga buah buku yang berisi tentang perjalanan perusahaan dan kegiatan sosial masyarakat.

Ketiga buku yang terangkum dalam Trilogi Bukit Asam ini berjudul “100 Tahun Tambang Tanjung Enim”, “Tanjung Enim Menuju Kota Wisata”, dan “Era Berganti, Cemerlang Menanti”.

Ketiga buku ini diluncurkan usai Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Direktur Operasi Produksi PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto, di halaman kantor PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Sabtu (17/8).

Pertambangan batu bara di Tanjung Enim sendiri telah dimulai sejak 1919 oleh pemerintah kolonial Belanda.

Memasuki tahun 2019, tambang batu bara Tanjung Enim tepat berusia 100 tahun. Hal inilah yang mendasari Bukit Asam meluncurkan buku “100 Tahun Tambang Tanjung Enim”.

Melalui Buku “100 Tahun Tambang Tanjung Enim”, Bukit Asam merangkum perjalanan tambang batu bara Tanjung Enim sejak masih underground mining hingga kini menjadi open pit mining.

Baca Juga :  Melalui Lomba Ceramah Islam, PTBA Cetak Ustad Dan Ustadzah Handal Muara Enim

Tambang batu bara Tanjung Enim sendiri menjadi saksi bisu perjalanan pertambangan batu bara yang terjadi di Tanjung Enim serta perkembangan berbagai teknologi dunia tambang.

Seiring dengan berkembang dan semakin majunya tambang batu bara di Tanjung Enim, Bukit Asam juga senantiasa memperhatikan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar perusahaan.

Bukit Asam terus berkomitmen untuk terus peduli lingkungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program Tanjung Enim Kota Wisata. Hal inilah yang kemudian dituangkan dalam buku “Tanjung Enim Menuju Kota Wisata”.

Belajar dari Sawahlunto, yang kini berkembang dari sektor pariwisata usai kegiatan penambangan batu bara berhenti, Bukit Asam mulai mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Tanjung Enim Kota Wisata.

Hal ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat Tanjung Enim agar menjadi semakin mandiri melalui sektor pariwisata yang sangat potensial untuk wilayah Tanjung Enim.

Melalui Tanjung Enim Kota Wisata, Bukit Asam menghidupkan semangat masyarakat untuk menampilkan kebudayaan dan menciptakan berbagai karya asli khas Tanjung Enim. Bukit Asam juga mendorong masyarakat untuk merawat destinasi pariwisata dan menciptakan destinasi wisata
baru yang potensial untuk menarik wisata.

Baca Juga :  Selain Jorok Bis Dari Tambang Lahat Ugal-Ugalan Bahayakan Warga

Guna mendukung hal tersebut, Bukit Asam telah melakukan berbagai pembangunan sejumlah fasilitas seperti pembangunan Taman Love, Gapura Sriwijaya yang menjadi gerbang masuk Tanjung Enim Kota Wisata, Mini Zoo, hingga jogging track.

Tak berhenti di situ, Bukit Asam juga berproses untuk mendirikan Museum Tambang Batu Bara yang akan menceritakan perjalanan tambang di Tanjung Enim.

Sementara dalam buku ketiga “Era Berganti, Cemerlang Menanti”, disajikan dalam buku bergambar yang ditujukan untuk anak-anak. Melalui buku ini, Bukit Asam menceritkan perjalanan sejarah tambang Tanjung Enim sejak 100 tahun lalu dan sejarah Bukit Asam hingga kini.

Penyampaian perjalanan perusahaan melalui gambar ini, diharapkan dapat mempermudah anak-anak untuk memahami perjalanan perusahaan tambang batu bara milik negara.

Adanya ketiga buku ini, bertujuan untuk semakin mengenalkan sejarah tambang batu bara dan Bukit Asam. Lebih dari itu, buku ini juga dipersembahkan Bukit Asam untuk Indonesia di hari jadi yang 74 tahun sebagai kontribusi nyata Bukit Asam dalam membangun negeri.

Berita Terkait

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem
Tanpa Kompromi, Lahat Tolak Jalan Raya Jadi Jalur Hauling Batu Bara
Tabrak Lari Maut di Jalinsum Lahat–Muara Enim: Jejak Kelalaian, Pelarian, dan Nyawa yang Melayang
Meresahkan, PT. BGG Digugat Nenek Hj. Nurila Diduga Serobot Lahan 54 Hektare
PMIL : Sektor Tambang Batubara Lahat Apakah Masih Bisa Bertahan 1 Januari 2026?
Kejari Lahat Setor Uang Pengganti Kerugian Negara Dari Dua Tindak Pidana Korupsi Pertambangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Senin, 29 Desember 2025 - 16:12 WIB

Tanpa Kompromi, Lahat Tolak Jalan Raya Jadi Jalur Hauling Batu Bara

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:07 WIB

Tabrak Lari Maut di Jalinsum Lahat–Muara Enim: Jejak Kelalaian, Pelarian, dan Nyawa yang Melayang

Sabtu, 15 November 2025 - 17:22 WIB

Meresahkan, PT. BGG Digugat Nenek Hj. Nurila Diduga Serobot Lahan 54 Hektare

Rabu, 29 Oktober 2025 - 09:17 WIB

PMIL : Sektor Tambang Batubara Lahat Apakah Masih Bisa Bertahan 1 Januari 2026?

Selasa, 6 Mei 2025 - 11:22 WIB

Kejari Lahat Setor Uang Pengganti Kerugian Negara Dari Dua Tindak Pidana Korupsi Pertambangan

Berita Terbaru