Money Politic, Massa Desak Bupati Lahat Batalkan Pilkades Desa Gunung Kembang

- Jurnalis

Rabu, 22 Desember 2021 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahat, Detiksriwijaya – Ratusan massa dari masyarakat Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat geruduk Pemkab Lahat meminta Bupati Lahat membatalkan Pilkades Desa Gunung Kembang. Pasalnya, Pilkades yang dilaksanakan dilaksanakan dikotori dengan politik uang (Money Politic).

Dengan spanduk bertuliskan kecaman tolak pemimpin Money Politic, melalui pengeras suara kordinator aksi terlihat berapi-api meminta hasil Pilkades Desa Gunung Kembang segera dicabut. Rabu, (22.12.2021).

Baca Juga :  Tanam Ganja Di Balkon Rumah, Dua Warga Sukabumi Diringkus BNNP JABAR

Terlihat satuan kepolisian dari Polres Lahat dan Polsek Merapi Barat, Kodim 0405 Lahat juga Sat Pol PP memantau aksi yang sedang berlangsung, agar berjalan aman dan tertib.

Adapun dari hasil Pilkades, Edi Suparno unggul perolehan suara diantara empat calon kades lainnya yang ikut pada Pilkades Desa Gunung Kembang. Namun, perolehan suara yang didapat Edi diduga merupakan hasil kecurangan melalui beli suara dengan lembaran rupiah pada masyarakat.

Baca Juga :  Percepatan Penangan Virus Corona, Pemkab Lahat Kerahkan Tim Gabungan

Money Politic yang diduga dilakukan Edi, rupanya tak bisa tersembunyi rapat. Pada tanggal 10 Desember 2021, ada warga yang bersaksi bahwa kemenangan Edi karena membeli suara masyarakat dengan sejumlah uang.

Saat Berita ini diterbitkan, massa tetap bertahan dan belum ada tanggapan dari pihak Pemkab Lahat terkait tuntutan yang dilakukan.

Berita Terkait

WIDIA NINGSIH MENGUAT DI MUSCAB PKB LAHAT: DARI WAKIL BUPATI, BIDIK KENDALI PARTAI
Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah
Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri
Birokrasi Lahat, Antara Loyalitas atau Kompetensi? Jangan-Jangan Kursi OPD Hanya Milik “Orang Dekat”
Zakat, Sekda, dan Nada Menggurui: Ketika Kebijaksanaan Tertinggal di Kolom Komentar
Dari Kantor Desa ke Lapas: Dana Rakyat Tanjung Dalam Berakhir di Meja Jaksa
Akses Jalan Alternatif Lingkar Indralaya Diduga Rusak Akibat Aktivitas PT Gembala Sriwijaya
Skandal Bibit Nanas Rp60 Miliar: Mantan Pj Gubernur Sulsel Dicekal, Kejati Bidik Akar Kebijakan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:52 WIB

WIDIA NINGSIH MENGUAT DI MUSCAB PKB LAHAT: DARI WAKIL BUPATI, BIDIK KENDALI PARTAI

Kamis, 9 April 2026 - 19:20 WIB

Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah

Rabu, 8 April 2026 - 10:50 WIB

Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:43 WIB

Birokrasi Lahat, Antara Loyalitas atau Kompetensi? Jangan-Jangan Kursi OPD Hanya Milik “Orang Dekat”

Senin, 9 Maret 2026 - 06:40 WIB

Zakat, Sekda, dan Nada Menggurui: Ketika Kebijaksanaan Tertinggal di Kolom Komentar

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:33 WIB

Dari Kantor Desa ke Lapas: Dana Rakyat Tanjung Dalam Berakhir di Meja Jaksa

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:21 WIB

Akses Jalan Alternatif Lingkar Indralaya Diduga Rusak Akibat Aktivitas PT Gembala Sriwijaya

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:46 WIB

Skandal Bibit Nanas Rp60 Miliar: Mantan Pj Gubernur Sulsel Dicekal, Kejati Bidik Akar Kebijakan

Berita Terbaru