Gelar Seminar dan FGD Menuju Tanjung Enim Kota Wisata, PTBA Gerakan Roda Perekonomian Masyarakat

- Jurnalis

Senin, 6 Maret 2023 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Enim, Detiksriwijaya – Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Tanjung Enim Kota Wisata yang menggagas seminar dan FGD dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung terwujudnya cita-cita Tanjung Enim Kota Wisata.

Ucapan tersebut disampaikan Suhedi saat kegiatan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Menuju Kota Wisata” yang diadakan PTBA, di Gedung GSG Kantor Pusat PTBA, Tanjung Enim, Sabtu (4/2/2023).

“Gagasan Tanjung Enim Kota Wisata dimulai oleh PTBA sejak tahun 2016 silam, dengan harapan bila kegiatan ini terwujud nantinya Tanjung Enim tetap hidup meskipun tidak ada lagi aktivitas penambangan,”sampai

Tutur Suhendi, pariwisata merupakan sektor utama dalam pengembangan ekonomi suatu daerah. Pada tahun 2022, pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia.

“Saat ini Indonesia sedang gencar mengembangkan pariwisata dan berhasil menduduki peringkat 32 dunia. Kabupaten Muara Enim saat ini masih sangat kekurangan wahana wisata untuk hiburan masyarakatnya. Maka dari itu, PTBA memilih sektor wisata yang akan dikembangkan di Tanjung Enim untuk menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.

Baca Juga :  NOBAR GRATIS SOUTHAMPTON VS LIVERPOOL CUMA DI CALLISTA HOTEL

Lebih jauh, Ia mengajak semua pihak bekerja sama untuk mewujudkan Tanjung Enim Kota Wisata. “Saya sampaikan kembali, bahwa untuk mewujudkan mimpi besar ini, perlu kolaborasi antar pihak baik dari PTBA, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Masyarakat di Tanjung Enim serta semua pihak yang memiliki visi dan misi yang sama bagi masa depan Tanjung Enim,” kata Suhedi.

“Selamat mengikuti seminar dan FGD dan semoga bermanfaat. Dan mari kita jaga dan kita siapkan Tanjung Enim menjadi kota tujuan wisata di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Yulhendri Wisra, Ketua Pelaksana Seminar dan FGD yang juga selaku Kepala Bidang Pengembangan Kearifan Lokal Tanjung Enim Kota Wisata mengatakan bahwa seminar dan FGD ini bertujuan untuk membahas strategi, kebijakan, aturan mengenai Tanjung Enim Kota Wisata, melatih kemandirian masyarakat, mengembangkan potensi lokal untuk mendukung program Tanjung Enim Kota Wisata.

Seminar dan FGD menghadirkan narasumber Suryo Eko Hadianto selaku Direktur Utama PTBA periode 2020 yang merupakan penggagas utama Tanjung Enim Kota Wisata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aufa Syahrizal, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi UKM Kota Palembang Paramiswari, Ahmad Raphani selaku Budayawan Sumsel, dan Kusen Alipah selaku Antropolog.

Baca Juga :  HUT RI Ke 79 Tahun 2024, Kajari Lahat Kibarkan Bendera Merah Putih Di Bukit Besak

Turut hadir juga pada kesempatan ini General Manajer Unit Pertambangan Tanjung Enim PTBA sekaligus Ketua Tim Tanjung Enim Kota Wisata Venpri Sagara dan para pemangku kepentingan lainnya.

Suryo Eko Hadianto saat pemaparannya mengatakan adanya gagasan Tanjung Enim Kota Wisata untuk mengubah image bahwa kegiatan tambang merusak alam. Dan hadirnya gagasan besar ini untuk menjawab kebaikan yang telah diberikan Tanjung Enim selama ini, yaitu kekayaan alam berupa batu bara.

“Dengan Tanjung Enim Kota Wisata, kami tidak ingin kota tambang ini menjadi sepi setelah habis kegiatan penambangan,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal mengatakan, menekankan pentingnya keterlibatan masyarkat untuk untuk mewujudkan Tanjung Enim Kota Wisata. Secara umum, harus ada keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.

Berita Terkait

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL
ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem
Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam
Tanpa Kompromi, Lahat Tolak Jalan Raya Jadi Jalur Hauling Batu Bara
Dari Desa Ring Satu hingga Panti Asuhan: Jejak Kepedulian PT KUBN untuk Anak-anak Lahat
Sinergi Perusahaan dan Desa: CSR PT KUBN Dorong Kepedulian Sosial di Desa Lubuk Sepang Dan Desa Perigi
Jangan Salah Kaprah! Kekacauan Informasi Bansos Terus Berulang — Siapa yang Salah?

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:48 WIB

PT. LPPBJ Berhenti Beroperasi, Ribuan Warga Merapi Selatan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:13 WIB

PT DAM Mangkir Mediasi, Warga Soroti Tidak Ada Konsultasi Publik UKL-UPL dan AMDAL

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:31 WIB

Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam

Senin, 29 Desember 2025 - 16:12 WIB

Tanpa Kompromi, Lahat Tolak Jalan Raya Jadi Jalur Hauling Batu Bara

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:24 WIB

Dari Desa Ring Satu hingga Panti Asuhan: Jejak Kepedulian PT KUBN untuk Anak-anak Lahat

Sabtu, 27 Desember 2025 - 13:39 WIB

Sinergi Perusahaan dan Desa: CSR PT KUBN Dorong Kepedulian Sosial di Desa Lubuk Sepang Dan Desa Perigi

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:39 WIB

Jangan Salah Kaprah! Kekacauan Informasi Bansos Terus Berulang — Siapa yang Salah?

Berita Terbaru