Dari Dinasti Land, Standar Profesional Wartawan OKI Diuji

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Aat Safaat Direktur Penguji PWI Pusat

Foto : Aat Safaat Direktur Penguji PWI Pusat

 

Pagi itu, suasana berbeda terasa di kawasan wisata Dinasti Land, Ogan Komering Ilir (OKI). Di balik ramainya pengunjung, ruang VIP Cafe Resto Pucuk Daun menjadi saksi proses penting bagi dunia pers lokal: Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-50 PWI Sumatera Selatan.

 

Selama dua hari penuh, dari hari, Senin (22/12/25) hingga Selasa (23/12/2025), sebanyak 22 wartawan dari berbagai media dan jenjang—muda, madya, hingga utama—mengikuti rangkaian UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten OKI.

 

Ujian berlangsung tertib, aman, dan terkendali.

Hasilnya, 16 peserta dinyatakan berpredikat kompeten, sementara sisanya masih harus meningkatkan kemampuan untuk memenuhi standar profesi kewartawanan.

 

Bukan Sekadar Ujian, Tapi Penjaga Marwah Profesi

 

UKW bukan sekadar formalitas. Ia menjadi alat ukur sekaligus pagar etika bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Mulai dari kemampuan menulis berita, memahami kode etik, verifikasi informasi, hingga tanggung jawab sosial pers, seluruhnya diuji dalam 11 lembar materi tugas yang harus diselesaikan peserta.

 

Di ruangan ujian, tak ada hiruk pikuk. Wajah-wajah serius tampak berkutat dengan soal, menggambarkan betapa UKW adalah momen refleksi profesional—apakah seorang wartawan benar-benar layak menyandang profesinya.

Baca Juga :  Opsih Dempo 2019 Libatkan Ratusan Pecinta Alam

 

Dukungan Pemerintah Daerah

 

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, dalam sambutannya menegaskan harapan agar UKW tidak berhenti pada kelulusan semata, tetapi melahirkan wartawan yang benar-benar kompeten dan berintegritas.

 

“Wartawan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Dengan UKW ini, kami berharap lahir jurnalis yang profesional, objektif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

 

Harapan itu sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik—terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

Foto : Para penguji UKW

Penguji dari Berbagai Tingkatan

 

UKW PWI OKI kali ini menghadirkan penguji berpengalaman dari berbagai jenjang. Untuk jenjang muda, pengujian dilakukan oleh Edward Heryadi.

Jenjang madya diuji oleh H. Afdal Azmi Jambak, S.H., dan H. Oktaf Riadi, S.H. Sementara jenjang utama diuji langsung oleh AAT Surya Safaat, Direktur UKW PWI Pusat.

 

Kehadiran penguji nasional menjadi penegasan bahwa standar UKW yang diterapkan di daerah tetap mengacu pada kualitas nasional.

Baca Juga :  Puja Kesuma Sumsel Doa Bersama Sekaligus Kawal Hingga Tuntas Kemenangan Prabowo Gibran

 

Wajah-Wajah Wartawan yang Diuji

 

Peserta UKW berasal dari berbagai media lokal dan regional, mencerminkan dinamika pers di Sumatera Selatan. Mulai dari jenjang muda yang sedang merintis profesionalisme, hingga jenjang utama yang diuji kepemimpinan redaksional dan kebijakan editorial.

Foto : Peserta UKW Dari Lahat dan Empat Lawang Turut Berkompetisi

Nama-nama peserta memenuhi daftar absensi, menjadi catatan bahwa di balik setiap berita yang dibaca publik, ada proses panjang yang menuntut tanggung jawab dan kompetensi.

 

Dampak untuk Masyarakat

 

Bagi masyarakat OKI, UKW memiliki arti penting. Wartawan yang kompeten berarti informasi yang lebih akurat, kritik yang lebih tajam namun berimbang, serta pemberitaan yang berpihak pada kepentingan publik. Di era banjir informasi dan hoaks, UKW menjadi benteng agar pers tetap berdiri di jalur profesional.

Menjaga Kepercayaan Publik

Ketika matahari mulai condong ke barat, UKW pun berakhir. Namun dampaknya diharapkan panjang. Bukan hanya bagi peserta yang dinyatakan kompeten, tetapi juga bagi kualitas pers lokal secara keseluruhan.

 

Dari Dinasti Land, pesan itu menguat: wartawan bukan sekadar penyampai berita, tetapi penjaga kepercayaan publik.

Berita Terkait

Di Rumah Hangat Ketua, SMSI Lahat Memulai: Antara Harapan, Idealisme, dan Kegelisahan Zaman
SMSI Lahat Dilantik, Harapan Besar Disematkan: Sinergi Jadi Kunci Masa Depan Daerah
SMSI Lahat Audiensi dengan Kajari, Bahas Pelantikan dan Penguatan Sinergi
Bursah Zarnubi: Banyak Orang Viral Tanpa Kaidah Jurnalistik, Wartawan Harus Waspada
THR “Minuman Kaleng” dari Ketua SMSI Lahat, Anggota Akhirnya Merasakan Perhatian Jelang Lebaran
Operasi Pekat Dofior 1 Digelar, 25 Liter Cap Tikus Disita di Jantung Kota Sorong
Buku Tamu dan Luka Lama di Rumah Persatuan Wartawan Indonesia
Nabi Moral di Siang Hari, Pelacur Etika di Malam Hari

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 22:16 WIB

Di Rumah Hangat Ketua, SMSI Lahat Memulai: Antara Harapan, Idealisme, dan Kegelisahan Zaman

Kamis, 2 April 2026 - 19:19 WIB

SMSI Lahat Dilantik, Harapan Besar Disematkan: Sinergi Jadi Kunci Masa Depan Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:25 WIB

SMSI Lahat Audiensi dengan Kajari, Bahas Pelantikan dan Penguatan Sinergi

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:33 WIB

Bursah Zarnubi: Banyak Orang Viral Tanpa Kaidah Jurnalistik, Wartawan Harus Waspada

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:43 WIB

THR “Minuman Kaleng” dari Ketua SMSI Lahat, Anggota Akhirnya Merasakan Perhatian Jelang Lebaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:48 WIB

Operasi Pekat Dofior 1 Digelar, 25 Liter Cap Tikus Disita di Jantung Kota Sorong

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:48 WIB

Buku Tamu dan Luka Lama di Rumah Persatuan Wartawan Indonesia

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:21 WIB

Nabi Moral di Siang Hari, Pelacur Etika di Malam Hari

Berita Terbaru