Jalur Liku Lematang Telan Korban Jiwa

- Jurnalis

Minggu, 23 September 2018 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Diego

PAGARALAM, Detiksriwijaya – Kaget berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan, truk pengangkut kemiri tergelincir masuk ke dalam jurang liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kota Pagaralam. Laka tunggal yang terjadi dini hari Minggu (23/09) sekira pukul 04.30 WIB mengakibatkan korban jiwa satu orang yakni Udin (35)  warga Simpang Padang Karet, Kelurahan Besemah Serasan Kota Pagaralam yang merupakan kernet dari truk kemiri.

Infomasi terangkum, bermula dari kendaraan jenis truk yang dikemudikan Surya Wijaya (35) tercatat warga Talang Kelapa, Kota Pagaralam membawa muatan kemiri yang diketahui akan dibawa ke Jakarta, sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP, red) diduga hilang kendali saat berpapasan dengan kendaraan yang datang dari arah Kota Lahat, truk hilang kendali dan kemudian terjun bebas ke dalam jurang sedalam 50 Meter.

Baca Juga :  Respon Tuntutan FMGK, 02 Nopember Kajari Lahat Sampaikan Ekspose Bersama Audit Investigasi

Aparat TNI Koramil  405-13/Dempo Selatan Kodim 0405/Lahat bersama Basarnas Kota Pagaralam serta Polsek Dempo Selatan Polres Pagaralam dibantu masyarakat desa setempat membantu evakuasi korban, malang bagi Udin saat dievakuasi dirinya sudah terbujur kaku tak bernyawa sementara Surya hanya  mengalami patah kaki.

Baca Juga :  FGD POLRES PAGARALAM AJAK JAGA KAMTIBMAS SAAT PILEG DAN PILPRES

Selesai dievakuasi dari dalam jurang keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Besemah Kota Pagaralam. Kapolres Pagaralam AKBP Dwi Hartono SIK saat dikonfirmasi membenarkan perihal kejadian tersebut. “Untuk korban sudah berhasil kita evakuasi bersama pihak TNI, BPBD Basarnas Kota Pagaralam. Satu korban meninggal dunia kernet truk atas nama Udin warga Simpang Padang Karet, Kota Pagaralam,” sampainya.

 

Berita Terkait

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir
SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah
Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri
Operasi Pekat Dofior 1 Digelar, 25 Liter Cap Tikus Disita di Jantung Kota Sorong
Dari Kantor Desa ke Lapas: Dana Rakyat Tanjung Dalam Berakhir di Meja Jaksa
Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam
Ketika Palembang Kembali Bertempur: Lima Hari Lima Malam dalam Ingatan Kota

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dari Lapangan Rindam II/Sriwijaya, 475 Sarjana Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Penggerak Ekonomi Desa dan Pesisir

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Kamis, 9 April 2026 - 19:20 WIB

Dari Pembelaan ke Pengakuan — Sidang Ilegal Driling Lahat Berubah Arah

Rabu, 8 April 2026 - 10:50 WIB

Judi Slot Jadi Pemantik, Ibu Tewas Dimutilasi Anak Sendiri

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:48 WIB

Operasi Pekat Dofior 1 Digelar, 25 Liter Cap Tikus Disita di Jantung Kota Sorong

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:33 WIB

Dari Kantor Desa ke Lapas: Dana Rakyat Tanjung Dalam Berakhir di Meja Jaksa

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:31 WIB

Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:47 WIB

Ketika Palembang Kembali Bertempur: Lima Hari Lima Malam dalam Ingatan Kota

Berita Terbaru