Wawako: Perhatikan Benar Benar SOP Pendakian

- Jurnalis

Rabu, 6 Februari 2019 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagaralam, Detiksriwijaya – Wakil Walikota (Wawako, red) Muhammad Fadli angkat bicara terkait jatuhnya korban meninggal dunia Firdaus (19) salah satu peserta Pendidikan Dasar (Diksar,red) Brigade Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (BRIMPALS), dari Universitas Muhammadiyah Fakultas Hukum Palembang, Selasa (05/02/2019) saat melaksanakan kegiatan di Gunung Dempo Pagaralam.

Saya pribadi turut Prihatin atas kejadian yang menimpa salah satu Mapala (Brimpals, red) dari Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut, ” ungkapnya. Rabu, (06/02/2019).

Lebih lanjut orang nomor dua di Pagaralam ini, agar setiap warga perorangan ataupun kelompok agar ketika akan melakukan aktifitas di daerah Dempo bisa mempersiapkan fisik benar benar fit.

Baca Juga :  Ustaz Abdul Somad Akan Isi Tausiah Nasional HUT JMSI dan HPN 2021

Selain itu, bagi senior senior Mapala selain memperhatikan kesehatan jenior adalah yang utama. Hendaknya Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian dan Pendidikan Dasar (Diksar,red) memang benar benar dimengerti dan dijalankan.

“Apalagi pendaki amatir atau yang baru pertama kali melakukan aktifitas di daerah pegunungan, semuanya harus benar benar diperhatikan dengan benar, ” himbaunya.

Baca Juga :  Sekjen DPW Pujakesuma Sumsel Jaring Massa Dikediaman Calon Bupati Muaraenim 2024

Ada dua jenis Standar Operasional Prosedur (SOP) saat pendakian. SOP pertama adalah SOP pemakaian alat yang menjelaskan kelengkapan alat dan tata cara penggunaannya. SOP kedua menjelaskan tentang aturan kegiatan yang dilakukan oleh peserta dan panitia selama Diksar.

“Kalau kita sudah memahami kedua SOP ini, dari sana kita pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam sebuah kegiatan sehingga dapat meminimalisir suatu kejadian yang tidak di inginkan,” ujar lelaki murah senyum ini. Diego.

Berita Terkait

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”
Di Rumah Hangat Ketua, SMSI Lahat Memulai: Antara Harapan, Idealisme, dan Kegelisahan Zaman
Bursah Zarnubi: Banyak Orang Viral Tanpa Kaidah Jurnalistik, Wartawan Harus Waspada
THR “Minuman Kaleng” dari Ketua SMSI Lahat, Anggota Akhirnya Merasakan Perhatian Jelang Lebaran
Buku Tamu dan Luka Lama di Rumah Persatuan Wartawan Indonesia
Konfercab PWI Lahat: Menguji Arah, Bukan Sekadar Figur
Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam
Ketika Palembang Kembali Bertempur: Lima Hari Lima Malam dalam Ingatan Kota

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:43 WIB

SP3 RA Digugat Keras, Kuasa Hukum Pertanyakan Logika Penyidik: “Kalau Bukti Cukup, Kenapa Perkara Dihentikan?”

Minggu, 5 April 2026 - 22:16 WIB

Di Rumah Hangat Ketua, SMSI Lahat Memulai: Antara Harapan, Idealisme, dan Kegelisahan Zaman

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:33 WIB

Bursah Zarnubi: Banyak Orang Viral Tanpa Kaidah Jurnalistik, Wartawan Harus Waspada

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:43 WIB

THR “Minuman Kaleng” dari Ketua SMSI Lahat, Anggota Akhirnya Merasakan Perhatian Jelang Lebaran

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:48 WIB

Buku Tamu dan Luka Lama di Rumah Persatuan Wartawan Indonesia

Senin, 26 Januari 2026 - 16:37 WIB

Konfercab PWI Lahat: Menguji Arah, Bukan Sekadar Figur

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:31 WIB

Dari Gerobak ke Ruang Nongkrong: Jejak Panjang Kopi Doesoen di Pagaralam

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:47 WIB

Ketika Palembang Kembali Bertempur: Lima Hari Lima Malam dalam Ingatan Kota

Berita Terbaru