Bupati Optimis Bisa Turunkan Stunting Jadikan Lahat Kabupaten Sehat

- Jurnalis

Kamis, 17 Juni 2021 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, Detiksriwijaya – Dalam kegiatan paparan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lahat, Bupati Lahat Cik Ujang SH atas nama Pemerintah Kabupaten Lahat menyakini bisa menurunkan angka stunting di Bumi Seganti Setungguan Lahat.

Kalimat tersebut disampaikan Bupati Lahat, dalam rangka kegiatan penilaian kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintegrasi Provinsi Sumsel yang diselenggarakan tim penilai Bappeda Provinsi Sumsel, di Hotel The Zury Palembang, Kamis (17/6).

Disampaikan Cik Ujang bahwa di tahun 2019 terdapat 11 lokasi daerah yang mengalami stunting. Dengan rincian, terdiri dari 9 desa dan 2 kelurahan. Diperjelasnya, tak hanya itu saja, bahwa sebelumnya ada peningkatan kasus stunting, yang mana terdiri 5 desa dan 1 kelurahan dengan rincian jumlah balita yang di ukur pada tahun 2019 terdapat 60,4% sedangkan di tahun 2020 menjadi 80,3,3%.

Baca Juga :  Hari Juang TNI AD Kodim 0405/ Lahat Aksi Donor Darah

“Sedangkan untuk 4 desa dan 1 kelurahan yang mengalami penurunan kasus stunting disebabkan karena adanya interpensi yang tepat sasaran. Oleh karena itulah Pemda Lahat akan serius untuk mencegah stunting di Kabupaten Lahat,”katanya dengan yakin.

Bahkan, tambah Cik Ujang, Kabupaten Lahat akan terus berusaha menurunkan kasus stunting. Termasuk juga dalam penanganan stunting yang di mulai dari tahun 2019 sampai saat ini.

”Karena penurunan stunting ini sebagai bentuk untuk mempercepat penanganan stunting yang menjadi fokus tujuan utama terutama bagi remaja pra nikah, ibu hamil dan balita,”ujarnya.

Baca Juga :  Faiza dan Waktu yang Tak Kembali: Ketika Standar Gawat Darurat Berhadapan dengan Realitas

Sementara itu, ketua tim penilai dari provinsi Sumsel, Joni mengatakan bahwa Kabupaten Lahat merupakan kabupaten pertama dari 6 kabupaten di Sumsel yang sudah mengumpulkan hasil pengukuran balita.

“Ini juga dikarenakan peran serta aktif dari dinas terkait seperti Dinas Kesehatan yang telah mengkordinir temen temen puskesmas kecamatan desa sehingga dapat menginput data pengukuran balita dengan cepat,”terangnya.

“Mudah mudahan kedepanya dengan pemahaman dan kesadaran masyarakat kabupaten lahat semoga mencapai predikat Lahat kabupaten sehat dapat tercapai,”pungkasnya.

Berita Terkait

Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral
SMP Negeri 1 Lahat Selatan Tancap Gas! Dana Adiwiyata 2025 Dikucur, Target CSAK 2026 Tak Main-Main
Sikap Berbeda Sutra Imansyah Ungkap Retaknya Narasi Dukungan RSUD Lahat
Faiza dan Waktu yang Tak Kembali: Ketika Standar Gawat Darurat Berhadapan dengan Realitas
Pembinaan Penyuluh KB se-Kabupaten Lahat Digelar di TMC Benteng
Kopi Retorika Lahat Sambangi PWI OKI, Perkenalkan Cita Rasa Khas Dataran Tinggi Lahat
Pemkab Lahat “Sikat” Narkoba dari Internal, 828 ASN Jalani Tes Urine
Proyek Alkes RSUD Lahat Disorot: Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Resmi Masuk Tahap Penyidikan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:57 WIB

Telur Asli, Tuduhan Palsu: Ketika Konten Murahan Menetas Jadi Fitnah Viral

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:26 WIB

SMP Negeri 1 Lahat Selatan Tancap Gas! Dana Adiwiyata 2025 Dikucur, Target CSAK 2026 Tak Main-Main

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:48 WIB

Sikap Berbeda Sutra Imansyah Ungkap Retaknya Narasi Dukungan RSUD Lahat

Kamis, 25 Desember 2025 - 19:24 WIB

Faiza dan Waktu yang Tak Kembali: Ketika Standar Gawat Darurat Berhadapan dengan Realitas

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:37 WIB

Pembinaan Penyuluh KB se-Kabupaten Lahat Digelar di TMC Benteng

Minggu, 21 Desember 2025 - 19:02 WIB

Kopi Retorika Lahat Sambangi PWI OKI, Perkenalkan Cita Rasa Khas Dataran Tinggi Lahat

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:55 WIB

Pemkab Lahat “Sikat” Narkoba dari Internal, 828 ASN Jalani Tes Urine

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:33 WIB

Proyek Alkes RSUD Lahat Disorot: Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Resmi Masuk Tahap Penyidikan

Berita Terbaru