Special Port, Korporasi Global, dan Erosi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, MSi

Transformasi ekonomi global dalam dua dekade terakhir menunjukkan pergeseran signifikan dari mekanisme pasar bebas menuju konfigurasi kekuasaan ekonomi yang semakin terstruktur dan terpusat. Pengendalian jalur perdagangan internasional, integrasi special port ke dalam strategi geopolitik negara besar, serta dominasi korporasi multinasional atas rantai pasok global telah menciptakan asimetri kekuasaan yang merugikan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

Dalam perspektif ekonomi politik, penguasaan terhadap logistik, teknologi, dan distribusi merupakan instrumen strategis dalam menentukan posisi tawar suatu negara. Ketika kontrol atas instrumen-instrumen tersebut berada di luar kendali negara, maka kapasitas negara dalam menjalankan kebijakan ekonomi yang berdaulat akan mengalami degradasi. Kondisi inilah yang saat ini dihadapi Indonesia dalam sistem perdagangan global.

Baca Juga :  DPD PAN Lahat Gelar Doa Bersama Anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa

 

Secara internal, problem struktural ekonomi nasional memperparah kerentanan tersebut. Gejala deindustrialisasi dini yang terjadi sejak dekade 1990-an telah menghambat pembentukan basis industri nasional yang kuat. Ketergantungan pada sektor primer dan arus investasi asing, tanpa diimbangi penguasaan teknologi dan penguatan industri domestik, berpotensi menjebak Indonesia dalam perangkap nilai tambah rendah (low value-added trap).

 

Selain itu, penetrasi asing ke sektor-sektor strategis tidak lagi terbatas pada investasi fisik. Digitalisasi ekonomi, penguasaan infrastruktur data, serta pembangunan pelabuhan khusus (special port) membuka ruang bagi kontrol non-teritorial yang berdampak langsung pada kedaulatan ekonomi dan keamanan nasional. Dalam kerangka ini, ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan hadir melalui perang ekonomi, perang mata uang, dan perang data.

Baca Juga :  Sempat Drop, Mawardi Yahya Dinyatakan Sehat Senyum Hangat Untuk Warga Sumsel

 

Oleh karena itu, negara dituntut untuk mereorientasikan kebijakan pembangunan sesuai dengan amanat konstitusi. Penguatan kedaulatan ekonomi mensyaratkan industrialisasi berbasis teknologi, kemandirian logistik strategis, serta pengendalian negara atas sektor-sektor vital. Tanpa langkah tersebut, Indonesia akan terus berada dalam posisi subordinat dalam tatanan ekonomi global.

 

Kedaulatan ekonomi bukan pilihan ideologis, melainkan kebutuhan struktural bagi keberlanjutan negara. Ia hanya dapat diwujudkan melalui pemahaman yang komprehensif terhadap peta ancaman global dan keberanian politik untuk membangun fondasi ekonomi nasional yang mandiri dan berdaya saing.

Berita Terkait

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem
Birokrasi Lahat, Antara Loyalitas atau Kompetensi? Jangan-Jangan Kursi OPD Hanya Milik “Orang Dekat”
“Hukum Ribut di Permukaan, Hiu Narkoba Tetap Berenang Tenang”
Zakat, Sekda, dan Nada Menggurui: Ketika Kebijaksanaan Tertinggal di Kolom Komentar
Buku Tamu dan Luka Lama di Rumah Persatuan Wartawan Indonesia
Isu “Pesanan” di Balik Kursi Panas Dinas Pendidikan Lahat: Generasi Dipertaruhkan, Bukan Sekadar Jabatan
Nabi Moral di Siang Hari, Pelacur Etika di Malam Hari
DPD PAN Lahat Gelar Doa Bersama Anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:07 WIB

ODOL: Hukum yang Kelebihan Muatan, Akal Sehat yang Kekurangan Rem

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:43 WIB

Birokrasi Lahat, Antara Loyalitas atau Kompetensi? Jangan-Jangan Kursi OPD Hanya Milik “Orang Dekat”

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:12 WIB

“Hukum Ribut di Permukaan, Hiu Narkoba Tetap Berenang Tenang”

Senin, 9 Maret 2026 - 06:40 WIB

Zakat, Sekda, dan Nada Menggurui: Ketika Kebijaksanaan Tertinggal di Kolom Komentar

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:48 WIB

Buku Tamu dan Luka Lama di Rumah Persatuan Wartawan Indonesia

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:43 WIB

Isu “Pesanan” di Balik Kursi Panas Dinas Pendidikan Lahat: Generasi Dipertaruhkan, Bukan Sekadar Jabatan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:21 WIB

Nabi Moral di Siang Hari, Pelacur Etika di Malam Hari

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:26 WIB

DPD PAN Lahat Gelar Doa Bersama Anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa

Berita Terbaru