“Saat Jaksa Meletakkan Berkas, Memeluk Peran sebagai Ayah”
Idealis.co.id, Kepulauan Belitung – Sore itu, matahari perlahan menurunkan cahayanya. Di tengah jeda dari rutinitas penegakan hukum, Ahmad Muzayyin, S.H., M.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Lahat, memilih menghabiskan waktu dengan satu hal yang paling berharga dalam hidupnya: kebersamaan dengan anak tercinta.
Tak ada toga, tak ada berkas perkara. Yang ada hanya sepeda, tawa kecil, dan langkah pelan yang dinikmati bersama. Di sela kayuhan, Muzayyin hadir sebagai seorang ayah—mendampingi, mendengar, dan memberi ruang bagi putrinya untuk tumbuh dengan rasa aman dan cinta.
Baginya, momen sederhana seperti ini memiliki makna yang tak tergantikan. Sebab ia tahu, dalam waktu dekat, dirinya akan kembali ke Bumi Seganti Setungguan, Lahat, menjalankan amanah sebagai jaksa, mengabdi pada negara dengan segala konsekuensi waktu dan tanggung jawab yang tak ringan.
Namun sebelum kembali pada dunia yang penuh tuntutan itu, Muzayyin ingin memastikan satu hal: bahwa putrinya selalu merasakan kehadiran seorang ayah, bukan sekadar sosok yang sibuk dalam cerita.
“Anak ini adalah harta berharga saya,” ucapnya lirih, seolah berbicara pada dirinya sendiri.
Di balik ketegasan seorang penegak hukum, tersimpan hati seorang ayah yang memahami bahwa karier adalah perjalanan, tetapi keluarga adalah tujuan. Sore itu, kayuhan sepeda menjadi saksi bahwa cinta orang tua tak selalu hadir dalam kemewahan, melainkan dalam waktu yang sengaja disediakan—meski hanya sejenak, namun penuh makna.









